• Subcribe to Our RSS Feed

Dec 11, 2013 by     No Comments    Posted under: Parenting, Tumbuh Kembang Anak

 

BOLEHKAH BAYI/BALITA NONTON TV?

 Baby-watching-TV-007

Anak-anak jaman sekarang memiliki lebih banyak akses ke media elektronik daripada generasi sebelumnya. Dari mulai televisi, DVD player, telepon sel pintar, tablet dll. Bahkan sekarang ini, industri televisi telah menargetkan anak-anak usia 0 – 2 tahun sebagai target market, disamping para orang tua sebagai consumer utama dari media elektronik.

 

Dalam sehari, rata-rata anak usia < 2 tahun menonton program televisi 1-2 jam / hari.  Empat belas persen anak-anak usia 6 sampai 23 bulan menonton 2 atau lebih jam / hari

       

Bayi < 12 bulan belum bisa membedakan antara tayangan media TV dan informasi yang diberikan secara langsung. Pada usia ini bayi sedang mempelajari respon emosi dengan berinteraksi dengan orang tuanya.

 

Anak-anak lebih mudah mempelajari sesuatu melalui interaksi, bukan melalui media televisi

 

Anak usia 12-18 bulan harus lebih sering berinteraksi dengan orang tua mereka karena pada usia ini, anak-anak lebih mudah mempelajari sesuatu melalui interaksi, bukan melalui media televisi.

Beberapa penelitian mengungkapkan bahwa anak-anak 1-2 th dapat mengingat peristiwa di tayangan media televisi jika tayangan tersebut diulang beberapa kali.

 

Dalam sebuah penelitian, kebanyakan orang tua menilai televisi bermanfaat bagi mereka, untuk mengalihkan anak-anak sementara mereka sedang mempersiapkan makan malam, bersiap-siap untuk bekerja, atau melakukan pekerjaan rumah tangga. Pada umumnya orang tua akan merasa tayangan media televisi aman untuk disaksikan oleh anak-anak bila tayangan tersebut terdapat label media pendidikan. Namun tayangan media pendidikan harus disaksikan bersama antara orang tua dan anak-anak.

 

Manfaat media televisi bagi anak diatas 2 tahun

Media televisi hanya bermanfaat pada anak lebih dari 2 tahun, dengan catatan program tersebut adalah program edukasi dengan kualitas tinggi, dan anak-anak didampingi orang tua ketika menyaksikan. Anak-anak yang tersebut akan mengalami peningkatan kemampuan bersosialisasi, kemampuan bahasa, dan peningkatan kemampuan dalam membaca.

Hal ini diyakini karena anak-anak usia lebih dari 2 tahun telah memiliki kematangan kognitif yang cukup untuk menyerap pesan dari tayangan edukasi tersebut.

 

Negatif side for children Dibawah 2 tahun

Banyak penelitian yang telah dilakukan untuk mencari manfaat tayangan bagi anak-anak usia kurang dari 2 tahun. Salah satu contohnya, 2 hasil penelitian menunjukkan bahwa menyaksikan tayangan “sesame street” memiliki efek negatif pada perkembangan bahasa mereka.

Penelitian lain mengungkapkan bahwa anak usia kurang dari 2 tahun yang menyaksikan tayangan televisi tidak mengalami peningkatan kognitif dibandingkan anak-anak yang tidak menyaksiakan tayangan televisi.

Penggunaan Media televisi sering kali berkaitan dengan dikaitkan masalah obesitas, masalah tidur, perilaku agresif, dan masalah perhatian pada anak-anak usia prasekolah dan sekolah.

Tayangan media televise akan membuat anak-anak tetap terjaga sepanjang malam dan mengurangi waktu tidur mereka, sehingga akan mengakibatkan efek buruk pada mood,  perilaku, dan pembelajaran.

Dalam jangka pendek, ini akan mengakibatkan keterlambatan perkembangan ekspresi dan bahasa.

 

Negatif side for parent

Pada kenyataannya tayangan televisi berhubungan dengan semakin berkurangnya interaksi antara orang tua dan anak-anak, sehingga ini menimbulkan gangguan perkembangan proses kognitif, memori, dan membaca anak hanya karena orang tua cenderung menghabiskan lebih sedikit waktu bicara pada mereka.

Anak-anak dengan status sosial ekonomi rendah dan anak-anak dengan ibu tunggal atau ibu dengan pendidikan yang rendah akan menghabiskan lebih banyak waktu di depan televisi setiap hari.

Beberapa penelitian mengungkapkan hubungan yang erat antara televisi dan keluarga.

Banyak keluarga melaporakan dalam sehari televisi mereka akan hidup minimal selama 6 jam.

Ketika orangtua menyaksikan program dewasa, sebanyak 61% orang tua melaporkan anak-anak terkadang melihat tayangan tersebut dan 29% melaporkan bahwa anak-anak menyaksikan tayangan bersama mereka sepanjang waktu.

 

AAP merekomendasikan bahwa “Tayangan media televisi dilarang bagi anak umur dibawah 2 tahun”

 

Rekomendasi AAP

AAP merekomendasikan bahwa “Tayangan media televisi dilarang bagi anak umur dibawah 2 tahun”.

AAP yakin bahwa ada lebih banyak potensial negatif dari media televisi daripada yang potensi positif bagi kelompok usia kurang dari 2 tahun, sehingga AAP merekomendasikan keluarga agar lebih selektif dalam penggunaan media televise untuk bayi.

Share