• Subcribe to Our RSS Feed

Oct 1, 2016 by     No Comments    Posted under: Child Health

abses-nakita

ABSES
Apa yang Anda pikirkan pertama kali saat mendengar kata “Abses”?
Benjolan? Bisul? Nanah?
Benarkah Abses identik dengan Bisul? Benarkah Abses selalu berisi nanah? Apa saja gejala dan tanda-tanda Abses? Apakah semua Abses membutuhkan tindakan operasi?
Abses adalah timbunan nanah di bagian tubuh tertentu yang disebakan karena infeksi bakteri, atau pada beberapa kasus bisa disebabkan karena parasit. Timbunan nanah pada abses selalu diliputi oleh “kapsul” atau lapisan khusus yang melingkupi sekumpulan nanah.
Jadi dikatakan Abses, jika ada hal-hal berikut:
1. Ada sekumpulan nanah
2. Dibalut lapisan kapsul
3. Ada proses infeksi bakteri atau parasit
Abses bisa terjadi di hampir semua organ tubuh. Yang paling sering, terjadi pada jaringan di bawah kulit, yang lazim disebut “bisul”
Selain itu Abses juga bisa terjadi di jaringan otak, hati, paru, ginjal, gigi, tonsil, tenggorokan, payudara, vagina dll. Beberapa kepustakaan menyebutnya sebagai deep abscess
Abses sebenarnya merupakan reaksi alami tubuh akibat adanya benda asing ataupun micro-organisme yang masuk ke dalam tubuh. Reaksi perlawanan tubuh dimulai dengan mengerahkan sel darah putih atau leukosit menuju ke lokasi adanya kuman. Selanjutnya leukosit akan mengeluarkan zat-zat khusus semacam enzim yang tidak hanya membunuh atau melemahkan bateri, tetapi juga akan merusak jaringan disekitarnya. Perlu diketahui bahwa nanah yang terbentuk merupakan hasil akhir dari perlawanan leukosit terhadap kuman. Didalam cairan nanah akan kita temui beberapa materi, yaitu:
Leukosit (baik yang masih hidup maupun yang sudah mati)
Jaringan sekitar yang mengalami kerusakan
Bakteri, ataupun benda asing lain

GEJALA ABSES
Sebelum terjadi pengumpulan nanah, terjadilah serangkaian proses alamiah yang disebut reaksi inflamasi atau PERADANGAN dengan gejala yang dikenal sebagai: tumor, kalor, dolor, rubor dan functiolaesa.
Tumor artinya adanya benjolan baik yang tampak nyata dan teraba, ataupun (terutama pada deep abscess) yang tampak hanya pada pemeriksaan penunjang radiologis seperti USG, CT scan dll
Kalor artinya panas atau demam yang terjadi lokal di daerah infeksi maupun sistemik alias demam seluruh tubuh.
Dolor artinya nyeri yang terutama disebabkan karena proses desak ruang akibat penambahan massa berupa nanah
Rubor artinya kemerahan di daerah terjadinya infeksi
Functiolaesa artinya terjadi gangguan ataupun berkurangnya fungsi organ tubuh yang terkena infeksi
Untuk deep abscess, akan menunjukkan gejala khusus sesuai dengan lokasinya. Abses otak akan memberikan gejala kejang, penurunan kesadaran, kelumpuhan pada salah satu sisi kaki/tangan, sakit kepala dll. Pada Abses paru, gejala sesak nafas akan dominan. Nyeri gigi yang hebat terjadi pada Abses gigi. Demikian juga dengan Abses tenggorokan, akan memberikan gejala nyeri telan.
Bisul
Pada abses kulit atau abses jaringan di bawah kulit (bisul) tidak memerlukan pemeriksaan penunjang radiologi karena bisul akan tampak nyata dan diperjelas dengan perabaan dokter. Biasanya penderita datang dengan keluhan adanya benjolan disertai demam.
Saat ke dokter, bisul bisa dalam kondisi “matang” dimana nanah sudah benar-benar mengumpul dan siap untuk dikeluarkan. Pada beberapa kasus, timbunan nanah bisa meletus spontan dan menimbulkan bekas luka yang tidak beraturan. Selain itu resiko kekambuhan cukup tinggi mengingat nanah yang keluar spontan tidak semuanya mengalir keluar.
Pada kondisi abses yang sudah matang dan belum meletus spontan, sebaiknya segera dilakukan tindakan operasi kecil “incisi abses” dimana abses akan dikeluarkan melalui sayatan kecil di “puncak” Abses, tentu saja dengan didahului prosedur anestesi baik yang bersifat lokal ataupun general.
Jika bisul belum matang, biasanya dokter akan memberikan antibiotik baik itu yang berupa sistemik dalam bentuk syrup ataupun antibiotik lokal berupa salep
Deep Abscess
Berbeda dengan bisul yang kasat mata, deep abscess memerlukan pemeriksaan penunjang baik laboratoris maupun radiologis berupa USG, CT scan ataupun MRI untuk menegakkan diagnosis dan memperjelas lokasi abses.
Tindakan operasi untuk mengeluarkan nanah kerap kali terpaksa harus dilakukan.
Deep abscess bisa menyebabkan komplikasi yang berat hingga kematian. Sepsis (infeksi yang berat di seluruh tubuh) seringkali menjadi fase terminal pagi penderita, oleh karena infeksi sudah menyebar kemana-mana. Selain pemberian antibiotik yang sesuai dengan jenis bakteri penyebab abses, penanganan yang komprehensif di unit perawatan intensif juga sangat diperlukan, meliputi penanganan simptomatis, pemenuhan kebutuhan cairan dan nutrisi, peningkatan daya tahan tubuh dll
Pencegahan
Dengan mengenali gejala, jenis, bahaya dan penanganan Abses, diharapkan orang tua bisa meningkatkan kewaspadaan dini terhadap terjadinya abses terutama jika terjadi gejala umum peradangan sebagai gejala awal abses (tumor, rubor, kalor, dolor), sehingga diharapkan segera dilakukan pengobatan dan tindakan medis seperlunya sebelum terjadi komplikasi yang lebih berat.
Prevensi primer tetap diperlukan untuk mengurangi peluang terjadinya abses, antara lain
Menjaga kebersihan pribadi (mandi, sikat gigi, cuci tangan dll)
Memastikan sterilitas peralatan dan instrumen medis jika dilakukan tindakan medis seperti injeksi dll.
Jika ada bagian tubuh yang gatal, sebaiknya segera beri salep sesuai anjuran dokter, karena secara reflek anak akan menggaruk dengan tangannya yang belum tentu bersih. Seringkali garukan ini sebagai pintu masuk kuman
Jika balita anda masih menggunakan popok sekali pakai (disposable diapers), upayakan segera mengganti popok begitu anak poop. Jangan biarkan terjadi kontak yang terlalu lama antara kulit bayi dengan kotoran (poop ataupun urine). Selain beresiko terjadi ruam popok, juga bis memicu terjadinya abses di sekitar anus.

Share