• Subcribe to Our RSS Feed

AKU INGIN

cermin

AKU INGIN

 

Ku patut bayang diri

Pada sebuah cermin tua nan kusam

Seakan berbisik:

“Sudahkan tuanku bersyukur hari ini?”

 

Senyum terkulum

Mata menerawang…

Tersadar ku…

Kerut marut makin nyata

Rambut makin memutih

Sorot mata makin melemah

 

Ya Tuhan…

Waktu makin cepat berputar

Menjadi makin tua ternyata harga mati

Sementara amal masih sering ditawar

Khilaf terjadi setiap detik

Dosa terlanggar tiap waktu

 

Terduduk ku

Tercenung ku…

Tercekat…

 

Ya Tuhan,

Beri hamba kesempatan

Untuk selalu belajar…

 

Aku Ingin belajar ikhlas

Seperti bulan yang selalu rupawan Walau terkepung awan,

 

Aku Ingin selalu istiqomah

Seperti bumi tak kenal lelah mengedari matahari

 

Aku Ingin hayati arti memberi

Seperti lilin yang rela meleleh demi sang pelita,

 

Aku Ingin selami arti “tanpa pamrih”

Seperti mentari yang tak pernah letih berbagi…

 

Aku Ingin selalu taat

Seperti hujan yang selalu tunduk pada gravitasi

 

Aku Ingin selalu berikan senyuman

Seperti bianglala yang tak kan mungkin jadi Hitam putih

 

Aku Ingin belajar sabar

Seperti ulat yang pasrah lalui metamorfosis demi lahirnya kupu-kupu

 

Dan aku pun Ingin seperti cermin ini

Yang tak kan pernah berdusta…

 

Ya Tuhan…

Masa dimana tak ada sehelai rambutpun yang memutih…

Telah berlalu!

Masa dimana tak ada seguratpun Kerut di wajah ini….

Telah terlampaui!

Takkan mungkin lagi terulang

 

Kini hanya tinggal sisa

Tiada seorangpun yang tahu, berapa

Kini hanya tinggal menghitung detik

Hanya bisa mengais sisa umur

Sampai masa itu datang…

 

Demi waktu,

Sesungguhnya kita Semua dalam keadaan merugi…

 

Share