• Subcribe to Our RSS Feed

Amankah Penggunaan Diaper Untuk Bayi?

Feb 8, 2013 by     No Comments    Posted under: Baby Care

Hari gini, ortu mana yang tidak kenal dengan “disposable diaper” (selanjutnya kita sebut “diaper” saja)? Dah pada tahu kan?

Setiap awal bulan, di hampir seluruh supermarket, berlomba lomba memasang promo murah diapers. Karena bagi pasangan yang mempunyai balita, Diaper selalu menjadi salah satu belanjaan yang wajib dibeli setiap bulannya. Tapi, sudahkah Dad & Mom tahu seluk beluk diaper?

Benarkah diaper berbahaya? Yuk… Kita kenali lebih dekat ttg “diaper”

Sebelum membahas tentang kerugian dan keuntungan diaper, ada baiknya kita kupas dulu bagian bagian diaper: bagian luar, bagian dalam dan bagian tengah.

Bagian luar diaper terbuat dari Polyethylene film. Bagian ini biasanya menentukan tampilan luar sebuah diaper. Gambar tokoh kartun seringkali mempercantik tampilan diaper. Bagian luar ini menjadi bagian yang kurang penting karena tidak bersentuhan langsung dengan kulit bayi.

Sedangkan lapisan dalam yang bersentuhan langsung dengan kulit bayi terbuat dari polypropylene

Lapisan dalam ini, pada beberapa brand tertentu dilengkapi dengan Vitamin E dan Aloe

Bagian terpenting dari diaper adalah pada bagian tengah alias absorbent yang biasanya terbuat dari “Wood Pulp” dan Sodium Polyacrylate yang bisa menyerap urine hingga 30 kali beratnya. Sodium Polyacrylate merupakan serbuk putih ajaib andalan prodesen diaper.

Meskipun sodium polyacrylate ini berada di bagian tengah diaper, namun dia bisa menyeberangi lapisan dalam, dan meninggalkan kristal-kristal transparan pada kulit bayi

Sodium polyacrylate dinyatakan aman bagi kulit bayi.

Diaper juga mengandung zat pewarna dan pewangi yang kadarnya aman bagi kesehatan kulit bayi

Wood pulp yang ada di bagian tengah, tidak hanya memberikan bantalan, dan menyerap cairan. Tapi juga mengandung “dioxin”

Dioxin terbentuk saat proses pemutihan “wood pulp” menggunakan chlorin

Dioxin merupakan zat carcinogen yang terutama berefek negatif pada sisitem reproduksi dan sistem imun

DeVito dkk (2002) meneliti tentang kadar-kadar dioxin dlm diaper dan menyimpulkan bahwa kadar dioxin dalam diaper sangat rendah.

The Archives of Disease in Childhood melaporkan hasil penelitian bahwa suhu scrotum meningkat pada boys yang gunakan diaper. Sehingga penggunaan diaper yang lama akan mengganggu proses spermatogenesis

Diaper merupakan “non-biodegradable waste” alias tidak bisa terurai! Diperkirakan sampah diaper akan didekomposisi selama 250-500 tahun! Coba hitung, seandainya seorang bayi rata2 menggunakan 4 diaper perhari, sebulannya butuh 120 diaper. Kalo 1000 bayi, dlm 1 bulan menghasilkan 120.000 sampah diaper

Di Amerika, dalam 1 tahun dibutuhkan 27,4 milliar diaper. Yang menghasilkan 7,6 milliar pounds sampah diapers! ( Dr. H. Taufiqur Rahman, SpA )

Share