• Subcribe to Our RSS Feed

AYAH ASI

Mar 4, 2015 by     No Comments    Posted under: Breastfeeding

AYAH ASI

Photo Stamp_20150304_235930

Urusan “Menyusui” ternyata bukan hanya monopoli seorang ibu. Walaupun cairan ASI keluar dari kedua payudara ibu, namun dukungan dan support dari orang-orang disekitar busui adalah sangat penting. Seorang ayah sebagai belahan jiwa dari busui berperan besar dalam menyukseskan keberhasilan menyusui eksklusif.

Ketika seorang pria menyunting gadis pujaannya, disitulah dimulai bersatunya energi dari dua insan yang berbeda jenis kelamin hingga menghasilkan pembuahan, kehamilan, kelahiran dan menyusui. Proses alamiah tersebut merupakan proses yang tidak terputus dan setiap proses akan menentukan kualitas mata rantai berikutnya. Dalam menjalani siklus ini, kebersamaan (suami dan isteri) akan sangat menentukan hasil akhir.

AYAH ASI adalah sebuah istilah yang merujuk pada Para ayah yang mendukung penuh proses menyusui dari seorang ibu ke bayi nya melalui pola pikir dan tindakan nyata, dimana “dukungan” ini dimulai sejak awal kehamilan.

Berikut adalah Ciri AYAH ASI :

1. Senantiasa menciptakan suasana kondusif bagi busui, yaitu suasana yang nyaman untuk ibu. Suasana yang happy, riang gembira, penuh tawa canda akan merangsang pengeluaran hormone oksitosin, salah satu hormon yang berperan penting dalam sekresi ASI.

2. Memberikan dukungan emosional dan fisik kepada ibu. Keterlibatan ayah tersebut turut menentukan kelancaran refleks pengeluaran ASI (let down reflex) yang dipengaruhi emosi ibu.
3. Tak segan untuk selalu mencari informasi dan menggali ilmu tentang seluk beluk ASI dan proses menyusui (laktasi), baik itu dari buku, majalah, internet maupun bertanya langsung ke ahli nya

4. Mengikuti kegiatan seminar tentang ASI bisa menjadi kesempatan baik memperoleh infomasi yg tepat dan benar. Atau datangi langsung dokter spesialis jika ingin mendapatkan pemahaman lebih rinci.

5. Menjadi bagian dari sebuah komunitas PRO-ASI (forum ibu menyusui atau forum Ayah ASI), sehingga bisa saling belajar dan berbagi pengalaman dengan sesama Ayah ASI dan yang paling penting: saling memotivasi.

6. Mencari informasi Rumah Sakit atau Rumah Bersalin yang tepat sejak masa kehamilan istri. Shopping rumah sakit ini penting, untuk mengetahui RS mana yang “sayang bayi” dengan ciri: Melaksanakan program IMD, melakukan perawatan “rawat gabung”, tidak memberikan minuman apapun selain ASI, tidak memberikan bayi botol susu/dot/empeng, dan menyediakan layanan “klinik menyusui”

7. Turut aktif meringankan beban ibu saat mengasuh anak seperti misalnya sesekali membantu menggantikan popok bayi atau ikut bangun saat bayi menangis di tengah malam. Hal-hal kecil seperti itulah yang membuat ibu merasa senang dan merasa diperhatikan oleh ayah.

8. Saat produksi ASI berkurang, Ayah dapat melakukan “PIJAT OKSITOSIN” kepada ibu

Share