• Subcribe to Our RSS Feed

Baby Walker : Manfaat vs Bahaya

Feb 15, 2013 by     No Comments    Posted under: Baby Care

baby-walker

BABY WALKER: Manfaat vs Bahaya

Penggunaan “baby walker” atau “apollo” kerap dipercaya sebagai alat bantu untuk belajar berjalan bagi para balita. Bahkan sering kali baby walker ini menjadi kado favorit saat kunjungan ke bunda yang baru melahirkan.

Tahukah anda, bahwa penggunaan baby walker lebih besar bahaya nya, dibandingkan manfaatnya?

Baby walker biasa dipakai pada usia 5-15 bulan, ketika bayi sudah mulai duduk tegak namun belum dapat berjalan sendiri

The American Academy of Pediatrics (AAP) mengatakan dalam laporan resmi mereka ‘Baby Walkers itu BERBAHAYA!’

AAP menyarankan agar anda ‘buang jauh-jauh saja baby walker anda’

Baby walkers sudah membuat 14,000 anak-anak masuk rumah sakit tiap tahun, dan 34 anak-anak sudah menemui ajalnya semenjak tahun 1973 karena Baby Walker

Sebuah penelitian pada 271 anak yang celaka akibat baby walker, 96%-nya akibat jatuh dari tangga.

Kasus yang lain yang pernah dilaporkan adalah jari terjepit, tersandung, luka bakar, ataupun menelan benda asing.

“Saya selalu mengawasinya kok” atau “Saya menggunakan pagar di tangga, jadi anak tak mungkin jatuh,” ternyata tidak menjamin anak tak mengalami kecelakaan akibat baby walker

‘bayi yang duduk dan mengalami pengalaman menggunakan baby walker, akan berjalan lebih lambat nantinya daripada yang tidak memakai babywalker, dan mereka mempunyai nilai lebih rendah di skor Bayley untuk perkembangan motorik dan mental.’

Aktivitas motorik yang terjadi pada saat anak menggunakan baby walker hanya melibatkan sebagian serabut motorik otot saja, yaitu otot-otot betis. Padahal untuk bisa berjalan dengan lancar dan benar, fungsi otot paha dan otot pinggul juga perlu dilatih.

Secara psikologis penggunaan baby walker memang tidak menguntungkan, karena akan membuat anak malas untuk belajar berjalan sendiri karena anak sudah keburu merasa enak bisa bergerak ke mana pun tanpa harus susah payah menjejakkan kakinya.

Terbiasa berjalan dengan baby walker juga bisa menimbulkan kelemahan otot-otot tungkai. Ketika diajarkan berjalan anak cenderung jatuh yang akhirnya sering membuatnya trauma dan tidak mau mencoba melakukannya lagi sehingga kemampuan berjalannya pun menjadi lebih lambat.

Share