• Subcribe to Our RSS Feed

SAAT SI KECIL MULAI BELAJAR BERJALAN SENDIRI

Jan 27, 2016 by     No Comments    Posted under: Parenting, Tumbuh Kembang Anak

image

SAAT SI KECIL MULAI BELAJAR BERJALAN SENDIRI

Kemampuan berjalan-sendiri dari seorang bayi/anak merupakan salah satu tugas perkembangan motorik, yang merupakan perkembangan kontrol pergerakan badan melalui koordinasi aktifitas saraf pusat, saraf tepi dan otot.
Sebagaimana tugas perkembangan yang lain, kemampuan berjalan-sendiri merupakan hasil interaksi kematangan susunan saraf pusat (otak) dengan organ yang dipengaruhinya yaitu sistem neuromuscular (otot)
Kematangan sistem saraf pusat ini selain ditentukan oleh potensi genetik, juga sangat dipengaruhi oleh faktor lingkungan. Salah satu faktor lingkungan yang dapat mengoptimalkan perkembangan anak adalah STIMULASI
Stimulasi yang diberikan pada anak harus proporsional, baik dalam kualitas maupun kuantitas, dan sesuai dengan tingkat maturitas saraf anak

Kapan seorang anak SIAP untuk belajar berjalan sendiri?
Perkembangan seorang anak terjadi secara bertahap, teratur dan berkesinambungan. Pola perkembangan anak sebenarnya sama pada setiap individu, tetapi kecepatannya berbeda. Untuk bisa melakukan tugas perkembangan “berjalan-sendiri”, seorang anak harus mampu mengangkat kepala dulu, miring, tengkurap, merangkak, duduk, berdiri-sendiri dan akhirnya mampu berjalan-sendiri
Orangtua hendaknya jeli melihat sampai dimana tingkat perkembangan yang telah dikuasai oleh si kecil, dan stimulasi apa yang kemudian akan dilakukan
Jika anak belum siap belajar jalan dan orangtua terlampau agresif mengajarkan anak cara berjalan, maka dikhawatirkan akan terjadi over-stimulasi yang akan merugikan si anak, karena anak akan menjadi rewel, kemampuan belajar akan menurun dan bahkan bisa terjadi penolakan. Selain itu, secara jangka panjang, over-stimulasi juga akan berdampak negatif.
Penting bagi orang tua mengetahui tanda-tanda kesiapan seorang anak untuk mulai belajar berjalan-sendiri, diantaranya:
• Rolling around : bayi sudah mampu berguling-guling di lantai
• Crab walk : gerakan seperti merangkak tapi menggunakan tumpuan kedua telapak tangan dan kedua telapak kaki (bukan lutut)
• Bergerak secara cepat kesana kemari
• Menaiki anak tangga menggunakan kedua tangan, diikuti kedua kaki

Tidak ada patokan khusus kapan seorang bayi bisa dimulai belajar jalan. Prinsipnya: walaupun pola perkembangan anak mengikuti pattern yang sama, tapi kecepatan pencapaian kemampuan tertentu, sangat bervariasi.
Sekali lagi, peran orang tua sebagai aktris dan aktor utama dalam hal stimulasi ini dituntut cermat dalam mengamati, menilai dan menyimpulkan sampai dalam tahap mana si kecil dalam menapaki jenjang “perkembangan”. Cermati sekali lagi tanda-tanda kesiapan seorang anak dalam berlatih berjalan-sendiri

Pentingnya Stimulasi
Kemampuan bayi bisa berjalan-sendiri adalah tingkat perkembangan yang kompleks, karena selain dibutuhkan ketrampilan, kekuatan otot-otot penyangga tubuh (otot di sekitar tulang belakang) dan otot tungkai hingga telapak kaki, juga dibutuhkan keseimbangan tubuh.
Pada dasarnya suatu tingkat perkembangan adalah hasil dari maturasi dan proses belajar, yang didapat dari praktek atau pengulangan suatu kegiatam. Disinilah peran yang teramat penting dari suatu kegiatan bonding bernama STIMULASI
Jika maturasi itu sudah mencapai level tertentu dan siap untuk diasah melalui sebuah proses belajar, sementara proses belajar (yang sangat bergantung dengan lingkungan) terlambat datangnya, maka bisa diramalkan akan bisa terjadi keterlambatan perkembangan.
Kemampuan berjalan-sendiri secara milestones akan dicapai oleh seorang anak pada rentang usia 12-18 bulan

Perlukah Alat Bantu?
Proses belajar berjalan-sendiri, hendaknya dilakukan secara natural, tanpa banyak manipulasi.
Tidak ada satu alat bantu pun yang direkomendasikan untuk bisa membantu anak agar cepat bisa berjalan-sendiri
Cara alami yang bisa menstimulasi bayi dalam mencapai tingkat perkembangan “berjalan-sendiri” adalah dengan jalan “rambatan”. Biarkan anak berdiri dengan berpegangan pada tembok, atau perabot rumah tangga (lemari, meja, kursi dll), rangsang anak agar merambat, dengan memberikan rangsang suara maupun mainan favoritnya
Selain “rambatan”, bisa juga memberikan stimulasi dengan “mendorong” kursi plastik atau mainan yang bisa didorong misalkan troley, sepeda kecil dll. Tentu saja cara ini membutuhkan pengawasan ekstra
Selanjutnya bisa dicoba membuat permainan seperti meminta bayi berjalan ke pelukan Anda untuk mendapatkan dekapan atau mainan yang disukainya. Beri pujian bila bayi mau berjalan beberapa

Perlukah Baby-walker?
Ada berbagai alat bantu jalan yang banyak ditawarkan baik secara online maupun tersedia langsung di babyshop atau supermarket, mulai dari moon-walker, walker shoes, elliptical seats dan yang paling fenomenal: baby walker (di beberapa daerah di jawa timur, lazim disebut “apollo”)
Tidak ada satupun alat bantu jalan yang disebutkan diatas terbukti secara ilmiah bisa membantu mempercepat bayi Anda dalam menguasai kemampuan berjalan-sendiri
Baby walker sendiri tidak direkomendasi sebagai alat bantu jalan dengan alasan sebagai berikut:
1. Banyak kasus kecelakaan (bahkan beberapa kasus berujung pada kematian) terjadi karena babywalker.
2. Baby walker justru mengurangi keinginan anak untuk bisa berjalan-sendiri karena bayi sudah merasakan adanya cara yang lebih mudah untuk moving yaitu dengan media baby walker
3. Aktivitas motorik yang terjadi pada saat anak menggunakan baby walker hanya melibatkan beberapa serabut otot terutama otot betis. Padahal untuk bisa berjalan dengan lancar dan benar dibutuhkan keseimbangan kekuatan otot penyanggah tubuh terutama otot pinggul dan otot-otot tungkai atas
4. Pada saat menggunakan baby walker, bayi tidak dapat melihat kakinya, sehingga bayi tidak bisa mempelajari teknik keseimbangan tubuh. Bayi-bayi itu sering berdiri dengan ujung jari kaki, yang mungkin mengakibatkan otat yang tegang dan mengajar bayi untuk berjalan pada ujung jari kaki alias jinjit

Manfaat belajar berdiri dan berjalan tanpa baby walker
1. Bayi belajar duduk dan belajar bergerak antara duduk dan merangkak.
2. Bayi dapat menjelajah lingkungannya dengan aman.
3. Bayi belajar bergerak dari duduk ke melutut pada kotak mainan atau kursi.
4. Dari melutut, bayi belajar menarik diri untuk berdiri.
5. Berdiri di kursi atau meja kopi menguatkan otot yang diperlukan untuk berjalan.
6. Bayi mempelajari keseimbangan dengan jatuh dan berdiri kembali dan melangkah keliling perabot.
7. Bayi dapat melihat kakinya. Penglihatan adalah penting dalam belajar bergerak.

Share