• Subcribe to Our RSS Feed

CAMPAK: BUKAN PENYAKIT SEPELE

Oct 7, 2016 by     No Comments    Posted under: Child Health

CAMPAK (MORBILI/RUBEOLA/MEASLES)

picsart_10-06-09-33-33
Jika si kecil demam tinggi disertai batuk, pilek, mata merah berair dan diikuti keluarnya ruam kemerahan di kulit pada hampir seluruh tubuh, waspadalah… mungkin buah cinta Anda sedang menderita penyakit CAMPAK!
Campak memang bukan sembarang penyakit. Sepanjang tahun 2014, WHO melaporkan adanya 134 kematian anak karena penyakit ini, setiap harinya! Itu berarti, ada 13 kematian karena campak setiap 1 jam di seluruh dunia. Bukan itu saja, campak ternyata menyebabkan terjadinya beberapa masalah kesehatan jangka panjang, diantaranya penyakit paru menahun, gagal tumbuh, terjadinya gizi buruk dan kebutaan!
Apa saja gejala dan tanda penyakit campak? Bagaimana perjalanan penyakitnya? Bagaimana penatalaksanaannya? Apa saja komplikasinya?
Campak adalah penyakit yang SANGAT menular, yang disebabkan infeksi virus Campak dari famili Paramyxovirus
Campak ditularkan melalui “air-borne”. Percikan air ludah penderita saat batuk, bersin ataupun berbicara akan memercikkan virus dan jika dihirup oleh orang lain yang sehat, virus akan masuk melalui jalan nafas dan akan hidup dan berkembang biak di tubuh host yang baru.
Jika di dalam tubuh host yang baru tidak mempunyai kekebalan spesifik terhadap virus campak (diperoleh dengan imunisasi) maka masuknya virus campak ini akan menimbulkan manifestasi “sakit campak”
Perjalanan penyakit campak pasca masa inkubasi (periode mulai masuknya virus ke tubuh manusia hingga menyebabkan gejala penyakit, yaitu selama 8-12 hari) dibagi menyadi 3 stadium, yaitu stadium awal, stadium erupsi dan stadium peyembuhan

STADIUM AWAL
Pada stadium awal, terjadi 3 gejala utama yaitu: demam tinggi, batuk pilek dan radang pada selaput mata (mata merah, berair dan takut cahaya).
Pada fase terjadi kenaikan suhu secara bertahap hingga mencapai puncaknya pada hari ke-4 hingga hari ke-5, dimana suhu tubuh bisa mencapai diatas 40C. Saat puncak-puncaknya demam inilah biasanya muncul ruam kulit kemerahan
Batuk pilek mulai muncul sejak hari pertama sakit, berbarengan dengan munculnya gejala demam. Batuk kerap kali ngekel dan sulit keluar dahak. Gejala pilek, hidung tersumbat akan menghilang mengikuti turunnya suhu tubuh, yaitu pada hari ke-6 atau 7. Sedangkan batuk akan menetap hingga fase penyembuhan, bahkan bisa berlangsung hingga beberapa minggu.
Gejala conjunctivitis (radang selaput mata) meliputi mata merah, nerocoh, takut cahaya dan seringkali disertai pembengkakan kelopak mata. Gejala-gejala ini muncul sejak hari pertama dan akan menghilang mengikuti meredanya demam, yaitu kira-kira pada hari ke-6 atau ke-7.

STADIUM ERUPSI
Bisa dikatakan bahwa pada fase inilah, gejala campak makin nyata karena khas baik dari jenis ruamnya maupun lokasinya. Ditandai dengan munculnya ruam kulit berwarna kemerahan dengan permukaan yang meninggi dan berbentuk seperti pulau-pulau. Ruam kulit yang khas ini mulai muncul dengan urutan yang khas pula (tidak muncul secara bersamaan di seluruh tubuh). Dimulai di belakang telinga, leher, wajah, dada/punggung, perut, tangan dan kaki.
Kira-kira 3 hari terhitung mulai saat pertama muncul ruam kulit, demam aka turun dengan sendirinya.
Ruam kulit sendiri akan menghilang setelah eksis selama 5-6 hari.
Ruam kulit yang disebabkan oleh campak tidak pernah berbentuk blister (kelainan kulit dengan permukaan meninggi dan berisi cairan didalamnya, seperti cacar air) dan tidak gatal

STADIUM PENYEMBUHAN
Menghilangnya ruam kulit pada stadium ini, tidak mendadak hilang begitu saja, tapi melalui beberapa proses yaitu proses hiperpigmentasi (ruam kulit berubah warna menjadi lebih gelap hingga menghitam) diikuti proses deskuamasi, yaitu menghilangnya bekas ruam dengan cara mengelupas. Mulai proses hiperpigmentasi hingga deskuamasi membutuhkan waktu beberapa minggu.
Pada stadium ini sering kali gejala batuk masih setia menemani si kecil. Jadi, dari semua gejala campak (panas, batuk, pilek, mata merah, ruam kulit), yang paling akhir undur diri adalah batuk.

KOMPLIKASI
Satu diantara 5 penderita campak, terjadi komplikasi mulai ringan hingga berat. Selain 3 stadium perjalanan penyakit campak, komplikasi inilah yang membedakan campak dengan penyakit lain (biasanya juga karena virus) yang termasuk golongan penyakit “demam dan ruam”
Beberapa komplikasi campak yang sering terjadi adalah: Pnumonia (radang paru-paru), diare, croup (infeksi saluran napas atas ditandai dengan batuk kering, suara parau dan sesak), malnutrisi (anak menjadi gizi kurang hingga gizi buruk), otitis media (infeksi telinga bagian tengah), sariawan dan komplikasi mata (paling sering infesi bakterial pada selaput mata)
Beberapa komplikasi berikut ini juga bisa terjadi pada penderita campak walaupun frekuensinya jarang, yaitu encephalitis (radang otak), myocarditis (infeksi otot jantung), appendicitis (usus buntu), pneumothoraks (timbunan udara yang terjebak diantara kedua selaput paru)
Tidak semua penderita campak mengalami komplikasi. Ditengarai ada beberapa faktor resiko terkait terjadinya komplikasi, antara lain: usia dibawah 12 bulan, malnutrisi (gizi kurang atau bahkan gizi buruk), tinggal di daerah padat nan kumuh, penderita dengan imunitas yang rendah (infeksi HIV, keganasan, gizi buruk), penderita dengan kadar Vitamin A yang kurang.
Selain beberapa penyulit diatas, penyakit campak juga berhubungan erat dengan masalah kesehatan jangka panjang, seperti kebutaan, penyakit paru menahun, malnutrisi, gagal tumbuh dan kejadian infeksi berulang.
Jadi, lengkap sudah alasan kenapa campak tergolong penyakit SERIUS. Selain sangat menular, perjalanan penyakitnya cukup berat, beresiko terjadi komplikasi dan juga terkait dengan problem kesehatan jangka panjang.

PENATALAKSANAAN
Penderita campak sebaiknya dirawat inap di RS, terutama jika disertai komplikasi berat. Untuk mengurangi penyebaran penyakit campak, sebaiknya dirawat di ruang isolasi minimal 4 hari terhitung sejak keluarnya ruam kulit.
Seperti yang sudah dijelaskan di awal tulisan, bahwa penyebab penyakit campak adalah VIRUS, namun hingga saat ini belum ada obat anti virus yang benar-benar terbukti bisa membunuh atau melemahkan virus campak.
Selain untuk tujuan isolasi, penatalaksanaan penyakit campak meliputi:
1. Memberikan obat-obatan simptomatik untuk mengurangi keluhan, misalnya memberikan paracetamol saat demam, dll
2. Memberikan nutrisi dan cairan sesuai dengan kebutuhan. Teruskan pemberian ASI. Tidak ada pantangan makan makanan tertentu, dan tidak ada juga makanan khusus yang bisa meringankan gejala ataupun mempercepat kesembuhan campak.
Penderita campak kerapkali mengalami kesulitan makan. Disamping karena nafsu makannya menurun, juga karena sariawan atau mouth ulcer. Berikan makan sedikit-sedikit tapi sering, dan berikan minuman susu.
3. Berikan segera vitamin A.
WHO merekomendasikan pemberian vitamin A oral untuk mencegah komplikasi berat, terutama kebutaan dan untuk menekan tingginya angka kematian akibat campak.
Vitamin A diberikan 3 kali, yaitu segera setelah anak di diagnosis campak (dosis I), kemudian diberikan lagi hari ke-2 dan terakhir diberikan minimal 2 minggu setelah dosis ke-2

PENCEGAHAN
Pencegahan terbaik yang terbukti bisa melindungi anak dari penyakit campak adalah dengan imunisasi.
Tahun 1980, sebelum diperkenalkan vaksinasi campak untuk pertama kalinya, angka kematian akibat campak cukup tinggi yaitu mencapai 2,6 juta setiap tahunnya. Imunisasi campak terbukti bisa menurunkan angka kematian ini hingga 79% di seluruh dunia (laporan WHO tahun 2000-2014)
Berdasarkan Permenkes RI nomer 42 tahun 2013, imunisasi campak diberikan 2 kali, yaitu pada umur 9 bulan sebagai imunisasi dasar dan pada umur 2 tahun sebagai imunisasi lanjutan. Sebagai booster, imunisasi campak diberikan pada usia sekolah dasar sebagai BIAS (Bulan Imunisasi Anak Sekolah), biasanya dilaksanakan pada bulan Agustus untuk siswa kelas 1 SD.

Baca juga:

MEASLES ON NUMBERS

MITOS SEPUTAR CAMPAK

Share