• Subcribe to Our RSS Feed

Campak / Morbili

May 4, 2013 by     No Comments    Posted under: Baby Care, Child Health

CAMPAK/MORBILI

penyakit-campak 

Apakah penyakit Campak itu?

Campak (Rubeola, Measles, Morbili) adalah infeksi virus akut yang sangat menular, ditandai dengan demam, lemas, batuk, peradangan selaput mata serta timbulnya bintik-bintik merah di kulit. Penyakit ini umumnya menyerang anak-anak.

Apa penyebabnya?

Penyebabnya virus morbili (paramiksovirus). Virus ini terdapat dalam darah dan cairan nasofaring pada masa gejala awal (prodromal) hingga 24 jam setelah timbulnya bercak merah di kulit dan selaput lendir.

Bagaimana cara penularan?

Penularan terjadi melalui percikan ludah dari hidung, mulut maupun tenggorokan penderita campak (air borne disease).

Bagaimana gejalanya?

Masa tunas (inkubasi) berkisar sekitar 12-14 hari, referensi lain menyebutkan 10-20 hari.
Gejala dibagi menjadi 3 stadium:

  • Stadium awal (prodromal)
  • Stadium timbulnya bercak (erupsi)
  • Stadium masa penyembuhan (konvalesen)

Stadium awal (prodromal)

Sebelum stadium awal ada masa inkubasi (masa dari kontak dengan virus sampai mulai timbulnya gejala) yang berlangsung kira-kira 10-12 hari. Stadium awal umumnya berlangsung sekitar 4-5 hari, ditandai dengan panas, lemas, nyeri otot, batuk, pilek, mata merah, fotofobia (takut cahaya), diare karena adanya peradangan saluran pernapasan dan pencernaan. Pada stadium ini, gejalanya mirip influenza sehingga sulit diagnosa pada stadium ini. Yang khas bila terdapat bercak sebesar ujung jarum (bercak Koplik) di dinding pipi bagian dalam dan penderita pernah kontak dengan penderita morbili dalam 2 minggu terakhir.

Stadium timbulnya bercak (erupsi)

Terjadi sekitar 2-3 hari setelah stadium awal. Ditandai dengan: demam meningkat, bercak merah menyebar ke seluruh tubuh, disertai rasa gatal. Selanjutnya gejala tersebut akan menghilang sekitar hari ketiga. Kadang disertai diare dan muntah.

Stadium penyembuhan (konvalesen)

Pada stadium ini, gejala-gejala di atas berangsur menghilang. Suhu tubuh menjadi normal, kecuali ada komplikasi. Adanya kulit kehitaman dan bersisik (hiperpigmentasi) dapat merupakan tanda penyembuhan.

Bagaimana pengobatan campak atau Morbilli?

Campak tanpa penyulit, cukup dengan:

  • Cukupi kebutuhan nutrisi dan cairan
  • Pengobatan simptomatis, artinya mengurangi gejalanya saja.

Contoh diberi obat penurun panas (parasetamol / asetaminofen) jika panas, obat batuk jika penderita batuk, dan lainnya. Yang terpenting adalah memperbaiki keadaan umum.

Campak dengan penyulit: perlu rawat inap (opname)

Indikasi rawat inap:

  1. Hiperpireksia (suhu tubuh >39.0 ºC)
  2. Dehidrasi (kekurangan cairan)
  3. Kejang
  4. Sulit makan atau minum
  5. Adanya komplikasi

Apa komplikasi yang bisa timbul?

Dapat terjadi karena penurunan kekebalan tubuh sebagai akibat penyakit Campak. Komplikasi yang dapat timbul, antara lain:

  • Bronkopnemonia (infeksi saluran napas)
  • Otitis Media (infeksi telinga bagian tengah)
  • Laringitis (infeksi laring)
  • Diare
  • Kejang Demam (step)
  • Ensefalitis (radang otak)

Bagaimana cara mencegahnya?

Vaksin campak merupakan bagian dari imunisasi rutin pada anak-anak. Vaksin biasanya diberikan dalam bentuk kombinasi dengan gondongan dan campak Jerman (vaksin MMR/mumps, measles, rubella), disuntikkan pada otot paha atau lengan atas. Jika hanya mengandung campak, vaksin diberikan pada umur 9 bulan. Dalam bentuk MMR, dosis pertama diberikan pada usia 12-15 bulan, dosis kedua diberikan pada usia 4-6 tahun, selain itu penderita juga harus disarankan untuk istirahat minimal 10 hari dan makan makanan yang bergizi agar kekebalan tubuh meningkat.

Share