• Subcribe to Our RSS Feed

Masjid Nabawi: dari A sampai Z

Buat pembaca yang belum pernah ke Masjid Nabawi, tapi ingin sekali mengetahui seluk beluk tentang Masjid Nabawi, tak perlu menunggu lama, simak sajian berikut… Penulis akan mengupas tuntas tentang Masjid Nabawi.

A. Masjid Nabawi adalah masjid yang dibangun oleh Nabi Muhammad SAW bersama para sahabat dan kaum muslimin di tengah kota Madinah. Pembangunannya dimulai pada bulan Rabi’ul Awal Tahun 1 Hijriyah (September 662 M) segera setelah beliau hijrah dari Mekah ke Madinah.

B. Pada awalnya masjid ini hanya seluas 1.050 m2, tiang-tiang dan atapnya dibuat dari batang kurma sedangkan penerangannya dari pelepah kurma yang dibakar.

C. Setelah dilakukan beberapa kali perluasan, kini luas lantai dasar Masjid Nabawi sekitar 98.000 m2 yang dapat menampung 167.000 jemaah. Sedangkan lantai atas dapat digunakan untuk sholat seluas 67.000 m2 yang dapat menampung 90.000 jemaah. Apabila halaman masjid dipenuhi jamaah sholat, maka Masjid Nabawi dan halamannya dapat menampung 650.000 jemaah pada musim biasa (low season) dan lebih dari 1.000.000 jemaah pada musim haji atau bulan ramadhan (high season). Pada saat ini halaman Masjid Nabawi sebanding dengan kota Madinah ketika kehadiran pertama Rasulullah SAW.

D. Untuk pengaturan udara dalam bangunan yang begitu besar dan luas, dibuat 27 ruang terbuka dengan ukuran masing-masing 18 x 18 m. Sebagai atapnya dibuat kubah yang bisa dibuka dan ditutup secara elektronik dan juga dapat secara manual. Setiap kubah memiliki berat 80 ton yang terbuat dari kerangka baja dan beton yang dilapisi kayu pilihan dengan hiasan relief yang bertatahkan batu mulia sejenis phirus yang sangat indah, sedangkan bagian luar atasnya dilapisi dengan keramik tahan panas.

E. Untuk menyejukkan masjid dibangun satu unit AC sentral raksasa di atas tanah seluas 70.000 m2 yang terletak 7 km sebelah barat masjid. Hawa dingin yang dihasilkan sistem ini dialirkan melalui pipa bawah tanah dan didistribusikan ke seluruh penjuru masjid melalui bagian bawah setiap pilar yang berjumlah 2.104 buah. Jumlah pilar pengalir udara sejuk yang fantastik tersebut merupakan ciri khas Masjid Nabawi, karena pengaturan posisi yang rapi dan keindahannya yang tiada tara. Pilar-pilar bundar dan tegar ini dibuat dari beton bergaris tengah 64 cm, kamudian dilapisi marmer tebal berwarna putih susu.

F. Saat ini, Masjid Nabawi mempunyai 10 menara yang sangat bagus dan mahal. Di puncak setiap menara yang berketinggian 104 meter itu terdapat ornamen bulan sabit dari bahan perunggu yang dilapisi emas murni 24 karat dengan tinggi 7 meter dan berat 4,5 ton. Pada ketinggian 87 meter dipasang sinar laser yang memancarkan cahaya ke arah Mekah sejauh 50 km untuk menunjukkan arah kiblat dinyalakan pada saat-saat tertentu (waktu sholat).

G‎​. Untuk menambah penerangan dan keindahan di dalam masjid, dipasang 674 lampu-lampu kristal pilihan yang tidak membiaskan panas. Lampu cantik tersebut disusun dengan kerangka dari bahan kuningan berlapis emas berjumlah 674 buah, terdiri dari 3 macam ukuran. Yang besar berukuran garis tengah 342 cm dengan berat 485 kg (seperti yang terdapat di Roudloh), yang sedang berukuran garis tengah 140 cm seberat 145 kg, dan yang kecil berukuran garis tengah 120 cm dengan berat 125 kg. Lampu-lampu ini dipesan khusus dari Italia, produsen kristal terkenal Eropa.

H. Pada bagian tengah Masjid Nabawi terdapat dua ruang terbuka yang setiap ruang dilengkapi 6 buah payung artistik, hasil perpaduan arsitektur modern dan teknologi canggih. Dengan dukungan dana yang tidak sedikit lahirlah sebuah karya yang patut dibanggakan berupa 12 payung raksasa peneduh panas yang dapat terbuka dan tertutup secara otomatis yang diatur oleh sistem komputer.

I. Di bawah bangunan baru terdapat basement seluas 73.500 m2 dan tinggi 4,5 m yang dipergunakan untuk menempatkan pusat-pusat pengaturan elektronik, mekanik, sound system, serta air conditioner. Dalam usaha untuk keperluan darurat apabila listrik padam, disiapkan pembangkit listrik yang terdiri dari 8 unit yang menghasilkan 2,5 MW, yaitu untuk mensuplai listrik di seluruh bangunan masjid dan halaman sekitarnya.

J. Luas halaman Masjid Nabawi yang dipersiapkan untuk dapat digunakan sebagai areal sholat di Masjid Nabawi adalah 206.000 m2 yang diperkirakan dapat menampung 400.000 jemaah. Halaman ini berlantai granit dan marmer putih yang didesain sedemikian rupa sehingga menampakkan bentuk seni arsitektur Islam.

K. Dibawah halaman masjid, terdapat konstruksi raksasa, terdiri dari dua lantai bawah tanah untuk parker seluas 292.000 m2 yang dapat menampung 4.500 mobil. Juga terdapat beberapa fasilitas lainnya, seperti toilet sebanyak 2.500 unit, tempat wudhu 6.800 pancuran dan tempat minum air dingin bertaburan di 560 lokasi.

L. Akibat perluasan Masjid Nabawi dilakukan penggusuran beberapa bangunan mewah yang mengakibatkan harga tanah di Madinah sangat mahal, dan dinyatakan oleh sebuah majalah bisnis Timur Tengah sebagai tanah termahal di dunia. Berdasarkan konversi bulan Muharam 1413 H atau Juli 1992 M harga tanah yang berada di sebelah utara Masjid Nabawi, per meter persegi mencapai SR 250.000 atau US$ 67.000 padahal harga tanah saat itu di kawasan elit kota New York Amerika US$ 26.000.

M. Didalam kompleks Masjid Nabawi terdapat beberapa tempat bersejarah yang sangat istimewa, antara lain: pusara Rasulullah SAW, khalifah Abu Bakar, dan  khalifah Umar bin Khattab, Roudhoh, dan juga mihrab (tempat imam memimpin sholat)

N. Dalam suatu hadits disebutkan bahwa, dari Anas bin Malik bahwa Rasulullah SAW bersabda, ‘Siapa yang sholat di masjidku ini empat puluh sholat dan tidak tertinggal satu sholat pun (berturut-turut) maka akan bersih (terlepas) dari siksa neraka, lepas dari azab, dan bersih dari kemunafikan’ (HR Ahmad).

Dari hadits ini kemudian muncul istilah arba’in yang berarti empat puluh. Setiap jemaah haji berusaha untuk mendapatkan arba’in di Masjid Nabawi ini. Caranya ialah dengan melakukan sholat fardhu selama 8 hari berturut-turut tanpa putus.

O. Sejak tahun 2007 hingga sekarang, masjid Nabawi dibuka 24 jam pada musin haji, pada tahun-tahun sebelumnya dengan berbagai pertimbangan, termasuk pertimbangan keamanan, semua pintu masuk Masjid Nabawi ditutup dari pukul 22.00 hingga pukul 03.00 waktu Arab Saudi (WAS).

Baru 6 hari di Madinah, para jamaah haji sudah merasakan dampak akibat cuaca yang cukup ekstrim, ditambah kelembaban udara yang rendah. Yang paling sering dikeluhkan selain batuk pilek, adalah bibir pecah-pecah, kulit kering bersisik, retak-retak hingga gatal, juga sakit kepala.

Kondisi kota Madinah sendiri sebenarnya cukup menyenangkan. Dengan lalu lintas yang relatif sepi, kendaraan berjalan teratur, jalanan tampak rapi dan bersih. Semuanya serba teratur. Masjid Nabawi pun terlihat sangat bersih dan serba tertib. Para jamaah terlihat nyaman beribadah di Masjid Nabawi .

Sementara itu jumlah jamaah haji yang  datang ke Madinah semakin banyak, lima kali lebih banyak dari saat pertama kali kami datang. Sebagian besar didominasi jamaah Indonesia, Malaysia, Pakistan, Afganistan, Mesir, Turki dan jarang sekali kami dapatkan saudara kita yang berkulit legam, seperti dari Nigeria, Mali, Niger maupun negara Afrika barat lain.

Di kloter 54 SUB sendiri, ada satu berita yang cukup menghebohkan! Kemarin, Bp Sun’an (ketua kloter 54) mengumumkan bahwa jika didalam tas koper didapatkan air zam-zam, maka pihak maskapai tidak bertanggung jawab jika koper tidak sampai di tempat tujuan. Dengan kata lain, TIDAK boleh membawa air zam zam di tas koper! Padahal, hampir tiap jamaah haji sudah menyiapkan masing-masing 10 hingga 20 liter air zam-zam asli di tas koper.

Rasa kecewa pun tak bisa ditutupi. Ada beberapa jamaah yang akhirnya menggunakan jasa cargo untuk mengirimkan air zam-zam ke tanah air, tentu dengan biaya yang tidak murah. Ada juga yang pasrah dengan meminum sendiri sepuasnya. Ada juga yang dibuat mandi! Alamak… Mandi air zam-zam…

Ibu-ibu hajjah pun dengan semangat  45 bersukacita mencari pengganti isi koper. Apalagi kalo tidak belanja? Mulai dari kurma ajuwah, sajadah, baju, makanan ringan, tas, mainan hingga perhiasan pun menjadi sasaran untuk mengisi tas koper. 

Share