• Subcribe to Our RSS Feed

COMPUTER VISION SYNDROME IN CHILDREN

Feb 19, 2014 by     No Comments    Posted under: Parenting, Tumbuh Kembang Anak

cvs

COMPUTER VISION SYNDROME IN CHILDREN

 

 Jaman memang sudah berganti. Dulu, Dunia anak adalah dunia bermain di alam nyata. Sosialisasi dengan teman sebaya menjadi sarana efektif meningkatkan kepekaan anak terhadap lingkungan. Target permainan pun beragam, mulai dari kemampuan matematika (permainan congklak atau dakon, monopoli), kemampuan motoric kasar dan kerjasama tim (gobak sodor, bentengan dll) sampai kemampuan motoric halus (main kelereng). Sekarang ini, dunia permainan anak sudah bergeser ke dunia digital dan seluler, mulai dari tablet, laptop, note book, computer, handphone, semua pasti tak luput dengan yang namanya “game”, sebuah permainan maya yang merupakan “surga” bagi anak-anak kita tak memandang anak desa, apalagi anak kota….

 

Penggunaan komputer dikalangan anak-anak semakin meluas pada dekade terakhir.

 

Salah satu efek negatif dari permainan yang mengharuskan anak terpapar layar monitor ini adalah terjadinya “Computer Vision Syndrome (CVS)”. Apa itu CVS? Apa saja gejalanya? Bagaimana cara mencegahnya? Yuk kita ikuti dengan seksama ulasan berikut ini:

 

Computer Vision Syndrome (CVS)  adalah gejala mata yang timbul akibat penggunaan komputer dalam waktu lama. Semakin lama menggunakan komputer maka akan semakin meningkat rasa ketidaknyamanan pada mata.

 

Penggunaan komputer dikalangan anak-anak semakin meluas pada dekade terakhir. Data statistik di Amerika menunjukkan:

·        94% keluarga Amerika yang memilki anak, memipunyai komputer dirumah dan terhubung akses internet.

·        Jumlah anak usia 8-18 tahun yang menggunakan fasilitas hiburan seperti komputer maupun video game setiap hari semakin meningkat, dari 6.19 jam pada 1999 menjadi 7.38 pada 2009

·        Pada tahun 2009, 29% anak di Amerika rentang usia 8-18 telah memiliki laptop sendiri. Sedangkan anak-anak usia 7-12 tahun menghabiskan sedikitnya 90 menit per hari untuk smsan

 

Banyak dokter mata anak percaya bahwa hal ini merupakan salah satu penyebab early myopi (rabun jauh, harus menggunakan kacamata “minus” pada anak. Dan itu terbukti dalam penelitian National Eye Institute yang diterbitkan Desember 2009, bahwa prevalensi rabun jauh/ myopia di Amerika meningkat dari 25% menjadi 41.6%  selama  30 tahun terakhir.

 

Anak sangat mudah beradaptasi. Mereka beranggapan bahwa apa yang mereka lakukan adalah normal meskipun terjadi masalah pada mata

 

 

Duduk didepan komputer dapat menimbulkan stress pada mata anak, karena mata akan terfokus pada komputer daripada disekitarnya. Hal ini akan menyebabkan anak memiliki faktor resiko yang lebih tinggi daripada dewasa untuk terjadinya CVS pada anak.

 

Beberapa hal yang dapat menyebabkan CVS pada anak, antara lain  :

1.   Sedikitnya cahaya saat menggunakan komputer

2.   Rasa silau pada layar komputer akibat pengaturan layar yang tidak sesuai mata.

3.   Posisi yang tidak nyaman ketika menggunakan komputer

4.   Jarak antar mata dan layar komputer

5.   Masalah mata yang tidak terkoreksi dengan baik, misalnya silider.

 

Ajak anak melakukan berbagai kegiatan agar tidak terfokus pada komputer, ajaklah anak melakukan kegiatan yang berhubungan dengan kegiatan fisik disela-sela penggunaan komputer

 

 

Gejala CVS pada anak antara lain, seperti sakit kepala, penglihatan kabur, nyeri pada leher, kemerahan di mata, kelelahan, ketegangan mata, mata kering , iritasi mata , penglihatan ganda, vertigo / pusing , polyopia , dan kesulitan memfokuskan mata kembali.

 

Menurut American Optometric Association, orang tua  harus mempertimbangkan hal-hal seperti dibawah ini:

1.   Anak mungkin tidak menyadari bahwa ia telah duduk didepan komputer dalam jangka waktu lama dengan sedikit istirahat. Hal ini yang dapat menyebabkan masalah pada mata anak.

2.   Anak sangat mudah beradaptasi. Mereka beranggapan bahwa apa yang mereka lakukan adalah normal meskipun terjadi masalah pada mata. Maka dari itu orang tua harus mengawasi anak ketika duduk didepan komputer dan melakukan cek rutin ke dokter spesialis mata.

3.   Anak harus memaksakan sedikit posisi untuk mengoperasikan komputer karana pada dasarnya komputer dirancang untuk orang dewasa, sehingga mungkin akan terjadi nyeri pada punggung dan leher.

 

Beberapa tips untuk mengurangi mata lelah pada anak:

1.   Rajin melakukan pemeriksaan mata anak. Mulai dari sebelum sekolah.

2.   Batasi waktu anak didepan komputer. Beri jarak istirahat minimal setiap 20 menit

3.   Atur posisi anak ketika didepan komputer, apakah sudah sesuai dengan ukuran tubuh anak. Atur jarak  mata anak dengan layar minimal 18-20cm

4.   Atur pencahayaan lampu, hindari keadaan silau yang mungkin terjadi ketika anak duduk didepan komputer. Misalnya posisi ketika menggunakan komputer, kecerahan latar komputer.

 

Penggunaan komputer tidak hanya berefek kepada Computer Vision Syndrome tetapi juga berhubungan dengan Pekembangan fisik anak. Sehingga diperlukan pengawasan dan pengelolahan yang baik ketika anak menggunakan komputer, antara lain:

 

1.   Ajak anak melakukan berbagai kegiatan agar tidak terfokus pada komputer, ajaklah anak melakukan kegiatan yang berhubungan dengan kegiatan fisik disela-sela penggunaan komputer. Batasi anak dalam penggunaan komputer tidak lebih dari 2 jam setiap harinya.

2.   Ajari anak duduk dalam posisi yang nyaman ketika sedang menggunakan komputer. Aturlah tempat duduk dan meja (workstation) yang sesuai dengan ukuran tubuh anak.

3.   Jika komputer/laptop/notebook akan dibawa ke sekolah, ajari anak cara membawa yang tepat seperti menggunakan tas ransel agar beban terbagi rata antara kedua bahu, dan jangan gunakan tas slempang.

4.   Mengajari anak ketrampilan dalam menggunakan komputer yang baik, seperti bagaimana meminimalisir penggunaan mouse

5.   Ajari anak untuk peka terhadap keadaan badannya sendiri  ketika badan sudah terasa tidak nyaman/pegal saat menggunakan komputer maka segeralah beristirahat.

B

Bolehkah Bayi/Balita Nonton Televisi?

B

B

Share