• Subcribe to Our RSS Feed

Diare : Bisa Dicegah

Feb 5, 2013 by     No Comments    Posted under: Child Health

Salah satu penyakit yang sering kali menjadi “momok” bagi para orang tua adalah diare, atau muntaber. Penyakit yang dalam dunia kedokteran dikenal sebagai “sindroma diare” atau “gastroenteriti­s akut” ini hingga kini masih menjadi masalah kesehatan di dunia, terutama di negara berkembang, karena menyumbangkan kontribusi yang besar bagi tingginya angka kesakitan dan kematian pada anak.

Di RS Muhammadiyah Lamongan, penyakit ini hampir selalu masuk dalam daftar “10 Penyakit Terbanyak”, baik di pelayanan rawat jalan maupun rawat inap.

Diare adalah sebuah penyakit di mana penderita mengalami rangsangan buang air besar yang terus-menerus dan tinja atau feses yang masih memiliki kandungan air berlebihan. Gejala lain sering kali menyertai diare, antara lain: demam, mual, muntah dan kembung

Diare pada anak, sering kali disebabkan karena infeksi “entero virus”, yaitu Rota Virus, yang sebenarnya bisa sembuh dengan sendirinya (self limiting disease). Namun demikian, karena berbagai penyulit, diare bisa sangat berbahaya dan bahkan bisa berujung pada kematian.

Penyulit yang paling sering terjadi adalah “dehidrasi” atau sering disebut dengan kekurangan cairan. Akibat banyaknya tinja yang keluar, ditambah muntah berulang dan demam tinggi menyebabkan cairan yang keluar lebih banyak dibandingkan cairan yang masuk melalui makanan atau minuman.

Dehidrasi seringkali disertai gangguan keseimbangan elektrolit dan gangguan keseimbangan asam basa.

Kondisi dehidrasi ini menyebabkan anak harus rawat inap untuk rehidrasi dan mencegah terjadinya penyulit yang lain.

Berbagai upaya tentu sudah diupayakan oleh berbagai pihak untuk mengurangi angka kejadian diare ini. Yang paling bijak adalah upaya peningkatan higiene pribadi dan sanitasi lingkungan. Selain itu, imunisasi terhadap “rotavirus” menjadi solusi alternatif yang patut dipertimbangkan. Dr. H. Taufiqur Rahman, SpA )

Share