• Subcribe to Our RSS Feed

FLAT NIPPLE

Dec 4, 2014 by     No Comments    Posted under: Breastfeeding

urlFLAT NIPPLE

Manfaat ASI sudah tidak diragukan lagi, tidak hanya bagi kesehatan bayi tapi juga kesehatan ibu dan (yang penting) sangat bersahabat dengan kantong para ayah. Namun demikian, kadang kenyataan tak sejalan dengan harapan. Ada berbagai macam halangan dan rintangan. Salah satu kondisi yang sering kita temukan dalam praktek sehari-hari adalah FLAT NIPPLE atau INVERTED NIPPLE. Kondisi ini sering kali menyebabkan tidak lancarnya proses menyusui sehingga bayi menjadi rewel cenderung gelisah dan akhirnya berujung pada kegagalan pemberian ASI eksklusif

 

Ingat, bahwa bayi menyusu dari “payudara” ibu, bukan dari “putting” saja.

Remember that babies BREASTfeed, not NIPPLEfeed

Apa itu flat nipple atau inverted nipple?
Flat nipple adalah puting yang tidak menonjol dari daerah di sekitarnya (disebut areola) dan tidak menonjol jika dirangsang. Hal ini kadang dapat membuat bayi anda sulit untuk mengunci mulut saat menetek. Bayi tidak dapat “menangkap” putting atau areola yang cukup untuk dapat menghisap secara efektif.
Sedangkan Inverted Nipple, puting akan menarik atau tertarik ke dalam ketika dirangsang. Puting mungkin terlihat datar atau menekuk ke tengah.
url
Terjadinya Flat Nipple disebabkan karena kegagalan pembentukan mammary pit (cekungan payudara) selama masa perkembangan janin. Bisa terjadi pada satu atau kedua payudara

Dapatkah Menyusui dengan Flat Nipple?
Pada banyak kasus jawabannya adalah “iya”. Ingat, bahwa bayi menyusu dari “payudara” ibu, bukan dari “putting” saja. Remember that babies BREASTfeed, not NIPPLEfeed
Perubahan yang terjadi pada payudara selama kehamilan dapat membuat puting menonjol lebih dari biasanya. Disisi lain, inverted nipple dapat lebih tertarik ketika payudara anda penuh berisi ASI.
Flat nipple seharusnya tidak menimbulkan masalah kecuali bayi anda tidak minum ASI dengan baik atau payudara anda terlalu penuh atau membesar.
Para ibu juga harus tahu bahwa dengan sentuhan dan kompres dingin juga dapat membantu puting agar lebih menonjol.

Botol susu harus dihindari pada keadaan seperi ini, karena bentuk dot sangat berbeda dengan puting terbalik atau flat

Apakah ada Perbedaan Puting Susu Sebelum dan Setelah Kehamilan?
Semua puting cenderung kebih kenyal selama kehamilan, sehingga tidak perlu terlalu khawatir sebelum kehamilan atau pada tahap awal kehamilan.
Jika puting anda tidak menonjol karena jaringan payudara anda bengkak setelah melahirkan, maka jangan khawatir karena puting anda akan kembali normal. Pada keadaan seperti ini, anda mungkin harus memompa payudara anda selama beberapa minggu sampai penonjolan puting anda cukup

Masalah apa saja yang terjadi pada Flat Nipple?
Dalam beberapa kasus, flat nipple atau inverted nipple dapat menghambat aliran susu. Flat nipple juga lebih rentan terhadap cedera permukaan puting.

Bolehkah memberi ASI dengan Botol Susu?
Botol susu harus dihindari pada keadaan seperi ini, karena bentuk dot sangat berbeda dengan puting terbalik atau flat. Secara medis juga dibutuhkan suplemen. Media untuk memberikan ASI bisa menggunakan cangkir atau spuit untuk menghindari adanya bingung puting.

Bagaimana Solusinya?
Mencari bimbingan dari konsultan laktasi bisa menjadi solusi. Konsultan laktasi mungkin akan menyarankan agar anda menggunakan pompa payudara untuk sementara untuk menarik puting keluar sebelum anda menyusui si baby. Pompa payudara juga berguna untuk menarik kembali jaringan payudara ketika bayi anda menempel untuk membantu agar puting menonjol. Konsultan laktasi mungkin juga akan menyarankan teknik yang dikenal sebagai “Reverse Pressure Softening” atau menekan payudara dengan lembut agar puting terbalik.
Beberapa alat telah diciptakan untuk membantu mengatasi Flat ataupun Inverted Nipple, antara lain:
1. HOFFMAN TECHNIQUE

Teknik ini akan merelaksasi jaringan pada dasar putting sehingga akan memudahkan proses latch on saat menyusui. Teknik ini sebaiknya mulai diterapkan saat kehamilan dan dilanjutkan saat bayi telah lahir.
Cara teknik Hoffman:

hoffman

  • Letakkan kedua jempol tangan anda pada dasar putting (bukan pada tepi luar areola)
  • Tekan kedua jempol tangan anda dan gerakkan menjauhi putting, hingga tepi luar dari areola.
  • Gerakkan dengan sedikit tekanan seperti memijat
  • Gerakan jempol kanan dan jempol kiri dilakukan bersamaan
  • Ulangi gerakan diatas, beberapa kali setiap hari selama kehamilan trimester ke-3

2. NIPPLE STIMULATION
Pada kasus dimana puting sudah bisa dipegang dengan dua jari, peganglah puting dengan ibu jari dan jari telunjuk anda, lakukan gerakan “rolling”. Setelah itu SEGERA kompres puting dengan kain lembab yang sudah direndam dengan es. Cara ini bisa membantuk menegakkan puting. Hindari penggunaan kompres es yang terlalu lama karena bisa menghambat “let-down reflex”

3. BREAST PUMP
Setelah bayi anda lahir, gunakan breast pump untuk merangsang nongolnya sang putting. ASI yang keluar karenanya, simpan untuk digunakan di kemudian hari. Begitu putting sudah mulai menampakkan batang hidungnya, segera susui bayi secara langsung. Gunakan breast pump hanya pada sisi payudara dimana bayi mengalami kesulitan menyusu.

4. NIPPLE PULLER
Nipple-Puller2nipplepuller1
Nipple puller ini merupakan cara instant untuk mengatasi puting datar atau putting tenggelam. Anda cukup menekan bagian yang berbentuk seperti bola, kemudian letakkan bagian “nipple cap” pada puting, Saat ujung niplle cap sudah melekat erat pada dasar puting, segera lepaskan tekanan anda, sehingga timbul mekanisme sucking. Lakukan beberapa kali hingga puting mulai nongol ke permukaan dan mulai tegak. Segera susui bayi anda

5. NIPPLE ENHANCER

evert-it_4

Alat ini berbentuk seperti jarum suntik dengan ujung nipple cap yang terbuat dari silicon sehingga cukup lembut dan fleksibel. Prinsip alat ini hampir sama dengan nipple puller, hanya saja mekanisme sucking berasal dari tarikan syringe (bagian yang berwarna putih, lihat gambar)

6. BREAST SHELLS atau NIPPLE FORMER

Nipple former
Alat ini seharusnya digunakan sejak kehamilan trimerter ke-3 pada kedua payudara selama beberapa jam dalam sehari. Namun sayang, banyak ibu baru menyadari putingnya tenggelam saat pertama kali belajar menyusui bayinya.
Alat yang terbuat dari silicon transparan ini terdiri dari 2 bagian, bagian yang datar berbentuk lingkaran dengan lubang ditengahnya (tempat putting payudara) dan bagian yang berbentuk seperti tempurung kelapa (setengah bola) dengan beberapa lubang kecil untuk ventilasi agar putting tetap kering. Alat setengah bola ini disematkan dalam bra bagian dalam.
Ketika bayi sudah lahir, breast shell ini bisa diteruskan penggunaannya. Selain tidak menimbulkan rasa nyeri, tidak ada seorang pun yang tahu bahwa ibu menggunakan perangkat ini
Alat ini juga bisa dikenakan saat putting anda mengalami “sore nipple” atau nyeri puting
7. NIPPLE SHIELD

0837f411-2538-4020-b73f-8c346e65e00d._V344373856_
Nipple shield adalah perisai tipis dan fleksibel yang terbuat dari silicon. Tempelkan alat ini pada puting dan sekitar areola. Pada ujung shield terdapat lubang untuk keluarnya ASI
Beberapa study terkini ternyata tidak mendukung penggunaan Nipple Shield untuk mengatasi flat nipple karena efektifitas dan keamanannya belum teruji. The Academy of Breastfeeding Medicine (ABM, 2010) tidak merekomendasi penggunaan Nipple Shield kecuali dibawah supervisi seorang konselor laktasi dan jika dengan cara lain tidak berhasil
Jadi, bagi wanita dengan inverted atau flat nipple, anda pasti bisa menyusui bayi anda. Saya tidak akan berkata bahwa hal ini mudah, tetapi dengan dukungan orang sekitar, informasi dan peralatan yang cukup, anda pasti dapat melakukannya dan ini akan sangat bermanfaat untuk bayi anda.

Share