• Subcribe to Our RSS Feed

PENGARUH GADGET BAGI TUMBUH KEMBANG ANAK

May 15, 2015 by     No Comments    Posted under: Parenting, Tumbuh Kembang Anak

PENGARUH GADGET BAGI TUMBUH KEMBANG ANAK

IMG_0276(1)
Fenomena gadget tidak hanya melanda kaum dewasa, tapi juga mulai menindas anak-anak bahkan balita. Para orang tua dengan ikhlas memfasilitasi keberadaan gadget di tangan si kecil, dan dengan bangganya memamerkan kepiawaian mereka dalam memainkan gadget di depan umum.
Orang tua mungkin berpikir bahwa sudah selayaknya anak mereka berkenalan dengan kemajuan teknologi masa kini agar tidak ketinggalan jaman, tidak ketinggalan dengan teman-teman sebayanya. Alasan lain dari orang tua memperkenalkan gadget sejak dini adalah agar anak bisa duduk manis di rumah, sehingga sang mama-papa bisa bebas beraktifitas baik di dalam maupun di luar rumah.

Tapi tahukah Anda, bahwa gadget berdampak negative terhadap tumbuh kembang anak?
Menurut para ahli tumbuh kembang anak, gadget hanya memberikan stimulasi visual, pendengaran dan logika, TANPA melibatkan beberapa eleman penting dalam proses STIMULASI, yaitu interaksi dengan orang lain, kemampuan bicara atau kemampuan bahasa, motoric dan emosi
Selain “mal-stimulasi” diatas, gadget bisa menyebabkan beberapa dampak negatif, antara lain:

1. OBESITAS
Berbagai aplikasi baik itu game, social media dll yang bisa bebas diunduh, hampir semuanya bisa dimainkan oleh anak-anak dengan hanya menggunakan gerakan jari tangan, tanpa membutuhkan banyak gerakan yang melibatkan otot-otot besar yang mendukung rangka tubuh. Ditambah lagi dengan aneka kudapan yang disediakan sebagai soulmate nya gadget. Ini akan meningkatkan resiko terjadinya obesitas pada anak dengan resikonya baik resiko jangka pendek maupun jangka panjang

2. GANGGUAN TIDUR
Seorang anak bisa berjam-jam memainkan gadget kesayangannya di kamar tanpa ada pengawasan dari orang tua. Karena terlalu asyik dengan dunia virtual nya, seorang gadget-holic bisa betah begadang dan lupa tidur atau bahkan mengalami kesulitan tidur dan berakibat pada kontra-produktif. Produktifitas anak akan menurun tajam ditandai dengan berkurangnya prestasi akademis, melemahnya semangat belajar

3. RADIASI
Setiap gadget memiliki paparan elektromagnetik yang dapat mempengaruhi tubuh. Jangankan anak-anak, orang dewasa saja tidak disarankan untuk terpapar radiasi elektromagnetik dalam jangka waktu lama. Untuk anak 1-3 tahun yang saraf-sarafnya masih aktif berkembang, radiasi elektromagnetik dari lingkungan di sekitarnya dapat menghambat perkembangan tersebut. Akibatnya perkembangan kogintif anak berjalan lambat, anak susah berkonsentrasi dan akibat negatif lainnya. Selain itu radiasi yang dipancarkan oleh layar monitor gadget bisa menyebabkan keluhan seputar mata dan penglihatan yang disebut “Computer Vision Syndrome” (Selengkapnya bisa dibaca disini: http://taura-taura.com/cvs-in-children/)

 

4. ADIKSI
Berbagai aplikasi dalam gadget selalu menyajikan sesuatu yang menarik, membuat penasaran dan merangsang anak untuk segera mencoba permainan baru yang tingkat kesulitannya lebih tinggi. Anak akan tertantang untuk menyelesaikan berbagai “tantangan baru” yang ditawarkan oleh permainan di dunia maya tersebut

5. AGRESIF
Konten kekerasan yang ditawarkan oleh beberapa aplikasi dapat memicu anak untuk bertindak agresif baik saat dirumah maupun di sekolah. Muatan yang bernuansa kekerasan seperti perkelahian, penganiayaan, bahkan pembunuhan, menjadi santapan bebas bagi anak, sehingga anak akan menganggap bahwa tindakan kekerasan (seperti yang dicontohkan oleh aplikasi gadget) merupakan hal biasa yang bisa dia temukan di lingkungan sekitarnya. Sehingga dalam kehidupan nyata, dengan dalih untuk membela diri atau bahkan untuk alasan eksistensi, mereka dengan mudahnya meniru adegan-adegan kekerasan yang sering mereka lihat melalui layar gadget.

6. KEMAMPUAN PSIKOMOTORIK BERKURANG
Menghabiskan waktu dengan gadget membuat kemampuan anak yang lain kurang berkembang, salah satunya adalah kemampuan psikomotorik anak. Padahal semestinya usia anak-anak adalah usia untuk mengeksplor seluruh bakat psikomotorik yang dimilikinya, seperti menggambar, bernyanyi, bermain bersama rekan sebaya dan kegiatan lainnya. Saat melakukan aktivitas fisik seperti ini, sejumlah kemampuan lain juga akan diasah sekaligus. Seperti saat menggambar, anak juga belajar mengembangkan otak kanannya. Saat bermain bersama rekan sebaya, anak akan belajar mengasah keterampilan sosialnya.

7. GANGGUAN BELAJAR
Aplikasi-aplikasi dan sistem operasi pada gadget menyajikan interaksi multimedia yang memikat. Permainan warna, animasi ditambah suara membuat anak betah berlama-lama di depan layar gadget. Pada saat masa sekolah tiba, anak yang terbiasa berinteraksi dengan gadget akan menemui kesulitan untuk menyerap materi pelajaran sekolah yang cenderung statis. Teks hitam putih, tanpa animasi, tanpa suara. Apalagi berhadapan dengan guru yang kurang lihai mengemas mata pelajaran menjadi menarik. Ini bisa menurunkan minat belajar anak.

Share