• Subcribe to Our RSS Feed

Hari ke-6 di Madinah

Baru 6 hari di Madinah, para jamaah haji sudah merasakan dampak akibat cuaca yang cukup ekstrim, ditambah kelembaban udara yang rendah. Yang paling sering dikeluhkan selain batuk pilek, adalah bibir pecah-pecah, kulit kering bersisik, retak-retak hingga gatal, juga sakit kepala.

Kondisi kota Madinah sendiri sebenarnya cukup menyenangkan. Dengan lalu lintas yang relatif sepi, kendaraan berjalan teratur, jalanan tampak rapi dan bersih. Semuanya serba teratur. Masjid Nabawi pun terlihat sangat bersih dan serba tertib. Para jamaah terlihat nyaman beribadah di Masjid Nabawi .

Sementara itu jumlah jamaah haji yang datang ke Madinah semakin banyak, lima kali lebih banyak dari saat pertama kali kami datang. Sebagian besar didominasi jamaah Indonesia, Malaysia, Pakistan, Afganistan, Mesir, Turki dan jarang sekali kami dapatkan saudara kita yang berkulit legam, seperti dari Nigeria, Mali, Niger maupun negara Afrika barat lain.

Di kloter 54 SUB sendiri, ada satu berita yang cukup menghebohkan! Kemarin, Bp Sun’an (ketua kloter 54) mengumumkan bahwa jika didalam tas koper didapatkan air zam-zam, maka pihak maskapai tidak bertanggung jawab jika koper tidak sampai di tempat tujuan. Dengan kata lain, TIDAK boleh membawa air zam zam di tas koper! Padahal, hampir tiap jamaah haji sudah menyiapkan masing-masing 10 hingga 20 liter air zam-zam asli di tas koper.

Rasa kecewa pun tak bisa ditutupi. Ada beberapa jamaah yang akhirnya menggunakan jasa cargo untuk mengirimkan air zam-zam ke tanah air, tentu dengan biaya yang tidak murah. Ada juga yang pasrah dengan meminum sendiri sepuasnya. Ada juga yang dibuat mandi! Alamak… Mandi air zam-zam…

Ibu-ibu hajjah pun dengan semangat 45 bersukacita mencari pengganti isi koper. Apalagi kalo tidak belanja? Mulai dari kurma ajuwah, sajadah, baju, makanan ringan, tas, mainan hingga perhiasan pun menjadi sasaran untuk mengisi tas koper.

Share