• Subcribe to Our RSS Feed

Imunisasi

Feb 3, 2013 by     No Comments    Posted under: Imunisasi

jadwal_imunisasi_2011

Sebenarnya, semua penyakit menular bisa dicegah!

Selain pencegahan yang sifatnya “non spesifik” (seperti perbaikan sanitasi dan higiene pribadi, peningkatan status gizi dll), harus pula dilakukan pencegahan “spesifik”, yaitu dengan imunisasi.

Hakekatnya, tujuan imunisasi adalah memberikan kekebalan kepada bayi/anak thd penyakit infeksi tertentu sehingga anak akan terhindar dari penyakit yang bisa menyebabkan kecacatan bahkan kematian. Lebih jauh, dengan imunisasi diharapkan angka kejadian penyakit menular (tertentu) di suatu wilayah, akan menurun.

Lebih global lagi, imunisasi diharapkan bisa meng-eradikasi penyakit tertentu di seluruh dunia.

Salah satu contoh penyakit yang berhasil di-eradikasi oleh program imunisasi adalah penyakit “cacar/­variola” (ingat, bukan cacar air atau varicella!)

Benarkah imunisasi aman untuk bayi dan balita?

Benar, saat ini > 190 negara secara terus menerus melakukan imunisasi untuk bayi dan balita. Di negara tdp institusi resmi yang meneliti dan mengawasi vaksin. Sampai saat ini tidak ada negara yang melarang imunisasi, justru semua negara berusaha meningkatkan angka cakupan imunisasi > 90%

Mengapa ada pendapat yang mengatakan bahwa imunisasi berbahaya?

Tidak benar imunisasi berbahaya. Pendapat tsb yang dibuat pada buku, tabloid, atau milis umumnya dikutip dari artikel yang ditulis oleh psikolog, ahli statistik, bakteriologi, sarjana hukum, kolumnis, ahli kanker, dan jurnalis yang bekerja pada era 1950-1960. Padahal jenis dan teknologi pembuatan vaksin telah mengalami kemajuan pesat dalam kurun waktu 10 th terakhir, sehingga sangat berbeda dengan keadaan di th 1950-1970an.

Adakah yang dapat menggantikan imunisasi untuk memberikan kekebalan spesifik terhadap penyakit?

Tidak ada satupun badan penelitian di dunia yang menyatakan bahwa kekebalan akibat imunisasi dapat digantikan oleh zat lain, termasuk ASI, nutrisi, maupun suplemen herbal, maupun kebersihan, dpt memperkuat pertahanan tubuh secara umum, namun tidak membentuk kekebalan spesifik thd kuman tertentu yang berbahaya. Apabila jumlah kuman banyak dan ganas, perlindungan umum tidak mampu melindungi bayi, sehingga masih dapat sakit berat, cacat atau meninggal.

Vaksin akan merangsang pembentukan kekebalan spesifik thd kuman, virus atau racun kuman tertentu.

Selain diberi imunisasi, bayi tetap diberi ASI eksklusif, makanan pendamping ASI dengan nutrisi lengkap dan seimbang, kebersihan badan dan lingkungan. Suplemen diberikan sesuai kebutuhan individual yang bervariasi. Selain itu bayi harus mendapat perhatian dan kasih sayang serta stimulasi bermain untuk mengembangkan kecerdasan, kreativitas dan perilaku yang baik. ( Dr. H. Taufiqur Rahman, SpA )

Share