• Subcribe to Our RSS Feed

Kiswah Ka’bah

Kiswah ka’bah yang berwarna hitam berhiaskan kaligrafi yang terbuat dari emas, tampak sangat indah dan artistik. Tahukah anda, berapa banyak emas yang dibutuhkan untuk membuat kaligrafi indah itu? Berapa biaya yang dibutuhkan? Kapan kiswah ka’bah diganti?

Sejak zaman Nabi Isma’il as, Ka’bah sudah diberi penutup dari luar yang disebut Kiswah atau selubung. Tiap tahun, kiswah ini diganti, yaitu pada waktu ibadah haji akan dimulai. Ketika seluruh jamaah berwukuf di padang Arafah pada tanggal 9 Dzulhijjah, pada saat itulah bangunan Ka’bah benar-benar akan terbuka, dan pada saat Idul Adha yaitu tanggal 10 Dzulhijjah, Ka’bah pun akan berkiswah baru.

Kiswah terdiri dari lima potong, yaitu empat potong membungkus sisi-sisi Ka’bah, dan sepotong lagi menutupi pintu Ka’bah. Sepertiga bagian atas terdapat sabuk kiswah bertuliskan ayat-ayat Al-Quran. Untuk menutupi tinggi Ka’bah yang mencapai 14 meter dengan panjang dan lebar sisinya 11,28 m hingga 12,84 m, kiswah memerlukan bahan kain sutera asli sepanjang 658 meter persegi yang terdiri dari 47 bahan kain panjang, dengan ukuran setiap bahan 14 m dan lebar 1 m, total berat kiswah yang merupakan kebanggaan umat Islam di seluruh dunia ini adalah 670 kg.

Kiswah ka’bah diproduksi oleh pabrik kiswah di Mekkah, milik Kerajaan Arab Saudi, yang diresmikan pada tanggal 26 Maret 1977. Pabrik ini hanya memproduksi satu kiswah Ka’bah setiap tahun, sebab kiswah yang membutuhkan emas sebanyak 120 kg dan perak dalam jumlah yang sama ini, proses pembuatannya memakan waktu sekitar 6 bulan.

Mulai dari pemintalan benang, pewarnaan kain, pemberian motif, pengisian kapas pada huruf agar menimbulkan kesan timbul, sampai menyulam dan menjahitnya. Karena itu tak heran yang terlibat dalam urusan kiswah ini hanya laki-laki.

Pengerjaan kiswah yang menghabiskan dana sebesar 50 miliar rupiah  ini memang memerlukan ketelitian dan kerapian luar biasa. Sehingga hasilnya selalu merupakan sebuah adikarya yang bukan saja menambah keindahan dan keagungan ‎​Ka’bah, tetapi juga menjadi kebanggaan umat Islam di seluruh dunia.

Alhamdulillah, pemerintah Arab Saudi berkenan membagi bagian dari kiswah yang sudah tidak dipakai lagi, sebagai cindera mata. Sehingga banyak negara yang memiliki kesempatan untuk memamerkannya kepada warga negara mereka yang belum sempat datang ke Mekah untuk melihat kiswah secara langsung.

Hayo… Siapa yang mau oleh-oleh potongan kiswah ka’bah ?

( Dr. H. Taufiqur Rahman, SpA )

Share