• Subcribe to Our RSS Feed

10 MAKANAN/MINUMAN “TERLARANG” BUAT SI KECIL

May 26, 2014 by     No Comments    Posted under: Baby Care, Child Health

worst food

10 MAKANAN/MINUMAN “TERLARANG” BUAT SI KECIL

Nutrisi bagi seorang bayi ataupun balita sangatlah penting. Bukan saja untuk menunjang pertumbuhannya, tapi juga merupakan faktor yang memberikan kontribusi nyata buat perkembangan si kecil. Untuk itu kita sebagai orang tua harus pandai memilah dan memilih mana makanan yang baik untuk bayi, dan mana yang sebaiknya TIDAK diberikan dengan berbagai pertimbangan. Berikut beberapa makanan aataupun minuman yang harus dihindari oleh bayi ataupun balita anda:
1. SOFT DRINKS

Soft-Drinks
Minuman yang mengandung SODA pada dasarnya hampir TIDAK mengandung zat nutrisi yang dibutuhkan oleh bayi/balita Anda. Kandungan glukosa (terkadang mengandung juga pemanis buatan) dan tingkat keasamannya yang tinggi hanya kan merusak “gigi susu” si kecil. Beberapa product soft drink mengandung COFFEINE (terutama yang berjenis “cola”) yang akan menyebabkan si kecil susah tidur, gelisah dan bahkan rewel.
Berdasarkan survey “American Dietetic Association (ADA)” tahun 2009, didapatkan data bahwa ada 3000 keluarga yang mulai memberikan minuman bersoda pada bayi diatas umur 7 bulan. Bagaimana dengan di Indonesia?

2. FAST FOOD/ MAKANAN SIAP SAJI

fast-food
Burger, pizza dan makanan siap saji lainnya memang sangat mengundang selera anak karena selain kemasannya menggoda, rasanya juga delicious. Tapi tahukah Anda bahwa makanan siap saji rata-rata mengandung tinggi zat gula (karbohidrat), tinggi lemak dan tinggi garam (natrium)? Makanan jenis ini tidak baik untuk bayi/balita Anda.
Coba sekali-kali Anda cek berapa kandungan garam pada makanan siap saji kesukaan keluarga. Jika kandungan garam lebih dari 1,5 g per 100 g (atau 0,6 g Natrium), berarti termasuk kategori “high salt”. Jika kandungan garam kurang dari 0,3 g per 100 g (atau 0,1 g Natrium), berarti termasuk kategori “low salt”.
Berapakah kadar garam atau Natrium yang direkomendasikan untuk bayi?
• Bayi < 12 bulan: < 1 g garam (atau 0,4 g Natrium) sehari
• Bayi 1-3 tahun: 2 g garam (atau 0,8 g Natrium) sehari

3. PERMEN dan GELATIN DESSERT

permen!
Kandungan glukosa alias GULA yang tinggi akan merusak enamel gigi-susu si kecil. Jenis permen yang keras bisa menyebabkan “choking” alias tersedak, yang sangat bahaya karena bisa fatal! Choking terjadi jika ada benda asing (benda padat) yang nyelononog masuk ke saluran napas, sehingga menghalangi masuknya udara (oksigen) masuk ke jalan napas menuju paru-paru.
Jika buah hati Anda sudah terlanjur makan makanan yang manis-manis seperti permen, segera berikan keju atau susu untuk membantu menetralisir zat gula.
Irisan BUAH SEGAR bisa anda pilih sebagai alternatif pengganti permen, baik untuk kudapan maupun sebagai dessert

4. JUICE

Fruit-Juice
Berbeda dengan BUAH SEGAR yang kaya akan serat, juice buah akan kehilangan banyak serat dan hanya tinggi glukosa. Kandungan glukosa yang cukup tinggi ini kan memaksa makanan mempersingkat “waktu singgah”nya di saluran cerna. Akibatnya tubuh tidak punya cukup waktu untuk menyerap zat-zat makanan yang terkandung dalam juice tsb dan pada beberapa bayi justru akan menyebabkan diare!
The American Academy of Pediatrics (AAP) merekomendasikan “hanya ASI saja” minuman yang tepat untuk bayi ≤ 6 bulan. Sedang untuk bayi 6-12 bulan selain ASI boleh diberikan “air putih” (baca: air bening atau air mineral, red) secukupnya. Sedangkan untuk bayi > 12 bulan, selain ASI boleh diberikan cow’s milk.

5. KACANG-KACANGAN UTUH (Whole Nuts)

kacang
Anak dibawah usia 5 tahun, sebaiknya tidak diberikan kacang-kacangan utuh karena ber-resiko terjadinya “choking” atau tersedak yang bisa membawa akibat FATAL. Sebagai gantinya, Anda bisa berikan “peanut butter”. Sebagai catatan penting, berhati-hatilah mengenalkan kacang pada anak Anda bisa didapatkan riwayat allergi pada keluarga.

6. KERIPIK

keripik
Kandungan lemak jenuh (saturated fat) pada keripik akan memenuhi isi lambung dan mengurangi jatah makanan tinggi kalori. Sebagai ganti keripik, Anda bisa memilihkan makanan “oven-baked over fried” atau keripik yang bukan digoreng dengan minyak, tapi di oven

 7. SEREAL MANIS (Sugary Cereal)

cereal
Pernahkah Anda mengecek berapa kandungan garam (Natrium) pada cereal manis? Coba lihat pada kemasannya! Ternyata kandungan garam pada cereal manis cukup tinggi. Kandungan gula nya juga akan mengancam gigi anak Anda. Jangan memulai pagi hari dengan makan makanan yang berbahaya bagi kesehatan gigi. Beralihlah ke bubur home-made atau nasi sebagai sarapan sehat di pagi hari (tergantung usia anak)

8. ICED-CAKE DAN DONAT

donat
Iced-cake dan donat merupakan makanan yang kandungan nutrient-nya rendah, hanya mengandung tinggi zat gula dan lemak jenuh (saturated fat). Ini akan bisa menyebabkan kegemukan jika di konsumsi terlalu sering atau bahkan setiap hari. Selain itu makanan yang tinggi zat gula bisa merusak gigi-susu anak. Berikan cake atau donat hanya dalam kesempatan tertentu, misalnya ulang tahun, hadiah naik kelas dll

9. KOPI DAN TEH

Kopi dan teh
Semua makanan/minuman yang mengandung COFFEINE tidak cocok untuk balita Anda. Selain bisa menyebabkan sulit tidur dan bahkan gelisah, caffeine juga akan menyebabkan anak Anda sering kencing alias ngompol.
Zat TANNIN yang terkandung dalam TEH akan menghambat penyerapan zat BESI yaitu salah satu mineral yang sangat dibutuhkan bayi utuk mendukung tumbuh kembangnya

10. MADU

madu
Bayi dibawah usia 12 bulan sebaiknya TIDAK diberikan MADU, karena beresiko terjadi BOTULISM, yaitu keracunan pada bayi yang bisa mempengaruhi sel-sel syaraf dan bahkan bisa menyebabkan kematian. Botulism sendiri dihasilkan oleh bakteri “Clostridium botulinum”, dimana di dalam MADU sering kali mengandung spora bakteri ini.
Sebenarnya pertumbuhan dan produksi racun Clostridium botulinum ini bisa dihambat oleh “bakteri baik” yang ada di usus manusia. Sayangnya pada bayi dibawah 12 bulan, pertumbuhan bakteri baik ini belum berkembang.

 

Share