• Subcribe to Our RSS Feed

Masjid Nabawi : terindah, termegah, teragung….

Madinah, 23 Nopember 2011

Jam menunjukkan pukul 04.20 WAS. Sebagian jamaah sedang ramai antri di depan lift untuk turun menuju ground floor dengan tujuan ke masjid Nabawi. Sembari olahraga dan menghangatkan badan, aku paksakan kedua kaki ini untuk menuruni tangga manual. Keluar dari hotel, hawa dingin segera menyergap tanpa ampun! Suhu udara di Madinah pada pagi hari mencapai 12 derajat celsius. Banyak dari jamaah haji yang menggunakan baju rangkap tiga, jaket tebal dan syal dengan kedua tangan tetap disilangkan.

Sesampai di pelataran Masjid Nabawi, tampak pemandangan berbeda. puluhan, bahkan ratusan payung-kanopi raksasa terbuka lebar. Saat tertutup, payung raksasa ini tampak seperti tiang segi delapan berhiaskan 4 lampu yang menyorot kearah 4 penjuru mata angin. Sungguh artistik… Dan, ketika terbuka seperti ini, Subhanallah… Tampak gagah perkasa, laksana burung elang yang mengembangkan kedua sayapnya, dengan sorot matanya yang tajam… terbang diatas awan siap mencari mangsa.

 Tiang payung-kanopi tampak kokoh berhiaskan ornamen indah seolah tegar, tak goyah dihembus angin kencang, tak gentar diterjang ombak besar. Sungguh suatu pemandangan yang sangat indah. Kedua mata pun tak rela untuk berkedip. Hawa dingin seolah tak bermakna ketika mata ini dimanjakan oleh pemandangan yang menakjubkan ini…

Masjid Nabawi yang luasnya mencapai 100.000 meter persegi dengan 6 menara utama setinggi 104 m dan dihiasi 674 lampu kristal yang menyala terang, pada dini hari begini, tampak bak istana raja dalam dongeng. Indah tiada tara…

Memasuki bagian dalam masjid, kedua telapak kaki segera merasakan kehangatan bulu-bulu karpet berwarna merah berhiaskan bunga-bunga biru. Kehangatannya seolah meleburkan aliran darah yang mulai membeku diterpa hawa dingin. Saat diinjak, karpet terasa empuk, halus dan konturnya sungguh membuat nyaman, hingga ke dalam hati, ke dalam pikiran. Tak terasa, kedua matapun terpejam menikmati kelembutan karpet di Masjid Nabawi.

‎Menatap sekeliling masjid, tampak pilar-pilar masjid yang berjumlah 2104 buah tampak kokoh dengan warna putih bersih, melambangkan kesucian masjid yang mulai dibangun oleh Rasulullah SAW pada tahun 1 H ini. Ribuan tiang kekar ini di ujung atasnya dihiasi beberapa lampu penerang dan hiasan berwarna keemasan yang berornamen khas timur tengah, menyatu dengan atap masjid yang berbentuk setengah lingkaran berwarna putih abu-abu. Sungguh sebuah perpaduan yang serasi, artistik dan mengesankan citarasa seni tingkat tinggi.

Dibeberapa bagian atap masjid, terutama di bagian depan, terdapat beberapa kubah masjid yang berwarna coklat keemasan, dan disaat-saat tertentu akan terbuka secara otomatis. Konon kubah ini memang bisa dibuka secara electric maupun manual. Semua jamaah pasti setuju jika Masjid Nabawi ini adalah perpaduan dari keindahan, kenyamanan serta modernitas, dan tentu saja: keagungan!

Keindahan yang sempurna dengan cita rasa seni di level tertinggi… Kenyamanan yang membuat jamaah enggan beranjak dari masjid…

Modernitas dengan memanfaatkan segala kemajuan teknologi, mulai sirkulasi udara, pendingin ruangan, penerangan, hingga toilet yang bersih.

Keagungan yang menghadirkan nuansa “ikhsan” yang sesungguhnya. Sholat di Masjid Nabawi seolah2 di imami oleh Rasulullah SAW, disaksikan oleh para malaikat dan berasa sangat dekat dengan sang khaliq.

Sungguh kami rela menghadapi segala aral dan rintangan demi bisa beribadah di masjid yang dibangun oleh tangan Rasulullah SAW sendiri ini. Jangankan cuaca dingin yang mencapai 10 derajat celcius, dibawah 0 derajat pun, akan kami terjang! Jangankan bibir pecah2 dan kulit retak… Sampai berdarah-darah pun kami ikhlas demi bisa sholat di masjid yang indah dan megah ini.

Subhanallah…..

( Dr. H. Taufiqur Rahman, SpA )

Ditulis oleh dr. TR untuk semua pembaca setia

Share