• Subcribe to Our RSS Feed

MENGGENDONG DAN GENDONGAN BAYI

MENGGENDONG DAN GENDONGAN BAYI

Menggendong adalah salah satu aktivitas bonding antara ibu bayi yang sangat besar manfaatnya. Tidak hanya sekedar bonding, menggendong juga bisa menjaga suhu bayi agar tetap hangat. Suara detak jantung ibu  membuat bayi merasa aman dan nyaman. Hembusan nafas ibu seolah menjadi lullaby yang sangat mujarab sebagai “obat tidur”. Belaian tangan ibu, ayunan lembut dan bahkan bau badan ibu akan merangsang serabut serabut syaraf untuk membangun jalinan komunikasi dengan serabu syaraf lain… Pendek kata aktifitas “menggendong” memberikan kontribusi besar dalam tumbuh kembang anak, apalagi jika dilakukan sambil menyusui…

 

Menggendong bayi dengan menggunakan alat bantu (gendongan; baby carrier) ternyata bisa menghemat > 16% energi ibu dibandingkan menggendong langsung, tanpa alat.

 

Penelitian lain menunjukkan bahwa bayi umur 0-3 bulan yg digendong > 3 jam sehari akan menangis 43% lebih jarang dibanding bayi yg digendong dg frekuensi < 3 jam sehari

 

Tapi tahukah Dad&Mom bagaimana cara menggendong yang benar? Sadarkah Dad&Mom bahwa jika teknik menggendong kita “tidak tepat” dan dilakukan berulang-ulang bisa menyebabkan kelaian posisi tulang paha/ panggul?

Lalu, bagaimana cara memilih gendongan yang benar?

 

Cara Menggendong yang Benar

 

Secara garis besar, ada 4 jenis teknik menggendong:

1. Posisi “front carry”: Bayi berada di depan, melekat pada dada ibu. Dibedakan menjadi 2 posisi lagi, yaitu: “front carry facing in”, dimana posisi bayi di depan dan menghadap ke ibu, serta: “front carry facing out”, dimana posisi bayi didepan dan bayi menghadap ke depan.

Pic of front carry

 

 

 

2. Posisi “hip carry”, dimana bayi berada di samping ibu dimana salah satu kaki bayi ada di depan dan satunya lagi dibelakang

hip carry & back carry

 

3. Gendongan Tradisional Indonesia atau “Sling Baby”, dimana kedua kaki bayi berada di depan ibu

 

4. Posisi “Back Carry” dimana posisi bayi ada di punggung ibu

 

Menurut IHDI (International Hip Dysplasia Institute), cara gendong bayi yg benar adalah “healthy hip positioning” dimana posisi bayi saat digendong menyerupai posisi janin saat di dalam kandungan yaitu: sendi panggul (pangkal paha) dan sendi lutut dalam posisi fleksi (ditekuk).

 

Pada usia < 6 bulan, sendi panggul (sendi antara tulang panggul dan pangkal tulang paha) mudah mengalami dislokasi atau “hip dysplasia” dimana pangkal tulang paha yg bentuknya menyerupai bola mengalami dislokasi, letaknya bergeser diluar soket nya. Kondisi ini “painless” atau tidak nyeri jika terjadi pd bayi dan baru terdeteksi pada usia saat anak belajar jalan atau bahkan hingga adulthood.

Terjadinya Hip Dysplasia ini disebabkan karena posisi sendi panggul (hip joint) dan sendi lutut dibiarkan dalam posisi ekstensi atau lurus (tidak nekuk) dalam waktu yang cukup lama.

Hip Dysplasia

 

Selain teknik menggendong, Hip Dysplasia bisa disebabkan teknik swaddling atau bedong bayi yang salah, sila baca disini: http://taura-taura.com/bedong-bayi/

 

Lalu, teknik menggendong yang mana yang paling tepat sehingga menghindarkan terjadinya Hip Dysplasia?

 

Ada beberapa teknik menggendong yang direkomendasi oleh IHDI (International Hip Dysplasia Institute), yaitu:

1. Teknik “front carry” dengan  posisi kaki menekuk (fleksi) pada sendi lutut dan sendi panggul.

Front Carry

 

front carry 1

2. Teknik “hip carry” dengan menggunakan “selendang gendong” dimana kedua kaki di”pekeh” (satu tungkai didepan ibu, satunya lagi dibelakang). Sedangkan posisi “sling baby” TIDAK direkomendasi. Untuk lebih detail, cermati gambar berikut:

Baby Slings

 

Pemilihan Gendongan Bayi

 

Pemilihan alat “gendongan bayi” hendaknya memperhatikan beberapa hal:

1. Umur bayi

2. BB dan TB bayi

3. Tingkat perkembangan bayi

4. Keamanan dan kenyamanan bayi

5. Kualitas dan ergonomisitas alat

 

Teknik menggendong yang paling nyaman untuk bayi dibawah 4 bulan adalah teknik “front carry facing in” karena pada umur 0-4 bulan, bayi belum bisa mengontrol leher dan kepalanya dengan baik.

Posisi “chest-to-chest” ini sangat menguntungkan. Selain tidak menyebabkan terjadinya Hip Dysplasia, pandangan mata ibu bisa bebas menatap, membelai ataupun mencium sang bayi…

 

Pada umur > 4 bulan, bayi sudah bisa mengontrol leher dan kepalanya dengan baik dan mulai respon dengan lingkungan sekitarnya. Teknik menggendong yang disarankan adalah teknik “Front Carry Facing Out” atau “Hip Carry”

 

Sedangkan untuk bayi 18-36 bulan, dimana anak sudah bisa berjalan sendiri dan cukup aktif, sudah bisa menggunakan teknik menggendong “back carry” atau   gendongan ransel. Dad&Mom bisa memilih model gendongan ransel yang aman, nyaman, ergonomis, mudah digunakan dan gampang dibersihkan

 

Tips Menggendong Bayi

 

Beberapa tips berikut patut Dad&Mom cermati:

 

  1. Pastikan bahwa posisi bayi saat digendong, sedemikian rupa sehingga bayi bisa bernapas spontan tanpa hambatan.
    • Perhatikan posisi dagu bayi! Jangan biarkan dagu bayi menempel pada dada bayi karena leher menekuk akibat posisi gendongan yang kurang pas.
    • Perhatikan pula kepala dan wajah bayi, jangan sampai tertutup oleh gendongan
  2. Saat Dad&Mom menggendong, jangan pernah dilakukan sambil jogging, berlari, melompat ataupun aktivitas lain yang membuat bayi bergerak “shaking and bouncing”, karena akan bisa menyebabkan cedera otak ataupun cedera tulang belakang
  3. Jangan pernah menggenddong sambil mengendarai mobil. Pilih “car seat” khusus untuk bayi yang save (lihat gambar)Car Seat Positioning
  4. Gunakan gendongan yang sesuai dengan umur dan berat badan bayi

 

Share