• Subcribe to Our RSS Feed

MERINCI GELIGI BAYI

Oct 10, 2016 by     No Comments    Posted under: Baby Care, Child Health

TUMBUH GIGI

20161012_044133

Tumbuh gigi bagi seorang anak manusia merupakan peristiwa yang alami, yang pasti akan terjadi pada fase tumbuh kembang nya. Namun demikian, momen ini tak jarang membuat orang tua resah dan galau. Bukan hanya keluhan “Kok anak saya belum tumbuh gigi ya…” tapi juga beberapa keluhan seperti demam, diare, malas minum, rewel yang bahkan menyebabkan orang tua membawa anaknya berkonsultasi ke dokter.
Adalah penting bagi orang tua memahami kapan si kecil akan tumbuh gigi, apa saja gejala dan tanda yang ditimbulkan? Perlukah minum obat-obatan? Bagaimana cara perawatan gigi susu yang benar?
Gigi susu pertama akan tumbuh di usia 4-8 bulan, terkadang hingga usia 15 bulan. Beberapa referensi merujuk usia 6 bulan sebagai rerata timbulnya gigi susu untuk pertama kalinya. Perbedaan usia pertama kali tumbuhnya gigi ini terutama dipengaruhi oleh faktor genetik (keturunan), disamping faktor hormonal (terutama hormon pertumbuhan) dan beberapa sitokin.
Gigi susu yang pertama kali nongol biasanya adalah gigi depan tengah (central incisor), dimana gigi bawah biasanya labih dulu eksis. Diikuti gigi (lihat gambar ilustrasi) lateral incisors, first molars, canines, second molars. Semua tahapan tumbuh gigi biasanya simetris. Susunan gigi susu ini akan lengkap saat anak berusia 30-36 bulan. Total jumlah gigi susu adalah 20 gigi: 8 gigi seri, 4 gigi taring dan 8 gigi geraham.
Pada usia 5-7 tahun, gigi susu ini akan tanggal satu persatu dan berganti dengan gigi permanen. Pola “tanggal”nya gigi susu ini mengikuti pola (urutan) yang sama.
Untuk memudahkan ingatan kita, pola tumbuh gigi mengikuti rule “7+4”. Pada umur 7 bulan, bayi biasanya tumbuh gigi pertama kali. Pada usia 11 bln (7+4) biasanya anak sudah tumbuh 4 gigi. Usia 15 bln (7+4+4) sudah tumbuh 8 gigi. Usia 19 bln (7+4+4+4) sudah tumbuh 12 gigi. Usia 23 bln (7+4+4+4+4) sudah tumbuh 16 gigi. Dan usia 27 bln (7+4+4+4+4+4) sudah tumbuh 20 gigi.
GEJALA “TUMBUH GIGI”
Gejala dan tanda yang diakibatkan proses fisiologis ini umumnya bersifat ringan. Secara garis besar, dibedakan menjadi GEJALA LOKAL dan GEJALA SISTEMIK
Gejala LOKAL meliputi pembengkakan dan atau kemerahan pada gusi, iritasi, sering menghisap jempol, timbul gerakan menggigit-gigit (biting) maupun gerakan menghisap (sucking), dan gerakan menggosok-gosok gusi, kadang menggosok-gosok telinga
Sedangkan gejala SISTEMIK meliputi: nafsu makan/minum susu menjadi menurun, gangguan tidur, nyeri, anak jadi rewel, peningkatan produksi air liur hingga ngeces atau drooling, demam, diare, dan pilek. Terkadang disertai timbulnya rash kemerahan di wajah
Perlukah kita memberikan obat-obatan untuk meredakan gejala akibat tumbuh gigi?
Karena gejala yang diakibatkan proses tubuh gigi ini pada umumnya TIDAK berat, beberapa pakar menyarankan untuk tidak diberikan obat-obatan. Jika nyeri akibat tumbuh gigi ini membuat bayi ANda rewel dan sulit tidur, pemberian paracetamol dengan dosis sesuai anjuran dokter, bisa dipertimbangkan.
Pemberian obat anestesi lokal dalam bentuk salep atau gel, semacam lidocaine atau benzocaine, TIDAK direkomendasikan diberikan pada rongga mulut untuk mengurangi nyeri akibat tumbuh gigi.
Berikut beberapa cara “Non-pharmacological” yang bisa mengurangi gejala akibat tumbuh gigi
Cooling (Pendinginan)
Menggigit atau mengunyah “teether” atau teething ring yang sebelumnya sudah didinginkan di lemari es (bukan freezer)
Menggigit atau mengunyah handuk kecil/ waslap yang sudah di basahi dandidinginkan di lemari es
Selain teether dan waslap, bisa juga menggunakan buah-buahan seperti apel, wortel atau ketimun
Kompres dingin pada gusi tempat akan tumbuhnya gigi
Pemijatan halus pada gusi dengan menggunakan jari

PERAWATAN GIGI BAYI
Perawatan gusi dan gigi bahkan sebelum gigi bayi tumbuh merupakan hal yang penting karena walaupun bakteri di dalam mulut tidak dapat merusak gigi sebelum gigi tumbuh, tetapi tumbuhnya gigi pertama kali tidak dapat diprediksi.
Berikut beberapa TIPS perawatan gigi bayi
Sebelum gigi pertama bayi muncul disarankan membersihkan gusi dengan membungkus telunjuk ibu dengan memakai sehelai kain kasa steril atau sapu tangan yang dibasahi. Tidak perlu menggunakan pasta gigi, cukup gosok secara lembut gusi bayi dengan jari telunjuk ibu yang sudah dibalut kain selama bayi mandi.
Saat usia bayi mencapai 6 bulan, biasanya gigi sudah mulai tumbuh. Saat ini bersihkan gigi bayi anda dengan sikat gigi khusus yang mempunyai ujung kecil dan bulu halus. Bubuhkan pasta gigi yang mengandung fluoride seukuran sebutir beras atau hapusan tipis untuk menghindari pemberian fluoride yang terlalu banyak. Tidak perlu dibilas dengan air karena bayi belum bisa berkumur dan hanya sedikit pasta gigi yang digunakan. Disarankan melakukan kegiatan ini dua kali sehari didampingi oleh orang tua.
Pasta gigi yang disarankan adalah yang mengandung fluoride karena terbukti dapat melindungi enamel gigi dari karies dan pembusukan. Namun harus diperhatikan supaya pasta gigi tidak sampai tertelan. Menurut WHO, diperkirakan anak yang menelan pasta gigi berkontribusi menambah kandungan fluoride di dalam tubuh sebesar 0,50-0,75 mg/hari. Walaupun memiliki efek menguntungkan, kadar fluoride berlebihan yang terserap di dalam tubuh dapat memberi efek negative antara lain: dental fluorosis.
Dental flurosis merupakan gangguan bentuk gigi akibat asupan fluoride yang berlebihan yang terjadi selama masa perkembangan. Karakteristik dental fluorosis berupa bercak keputihan di enamel gigi yang lama-kelamaan dapat berubah warna menjadi kekuningan, kecoklatan sampai hitam dan pada kasus yang parah dapat merusak struktur gigi. Menurut WHO, konsentrasi fluoride yang tinggi, lebih dari 10 mg, berhubungan dengan angka kejadian dental fluorosis. Sementara kadar flouride yang terlalu rendah, kurang dari 0,1mg, berhubungan dengan peningkatan angka kejadian karies gigi. Dental flourosis merupakan masalah kosmetis, walaupun begitu kejadiaannya sangat jarang disebabkan oleh kadar flouride yang terakumulasi hanya terjadi pada enamel yang sedang berkembang, sehingga dental flourosis hanya terjadi pada anak.
Ajaklah bayi/anak Anda ke dokter gigi setidaknya setahun sekali

Share