• Subcribe to Our RSS Feed

MITOS SEPUTAR CAMPAK

Oct 7, 2016 by     No Comments    Posted under: Child Health

MITOS SEPUTAR CAMPAK

4
MITOS: Penderita Campak tidak boleh mandi karena akan menyebabkan campak semakin menyebar ke seluruh tubuh
FAKTA: Tidak ada hubungan antara mandi dengan penyebaran ruam ke seluruh tubuh. Sebaliknya, mandi dengan menggunakan sabun antiseptik akan mencegah infeksi sekunder. Sebaiknya penderita campak tetap mandi 2 kali sehari dengan air hangat. Atau minimal diseka dengan air hangat

MITOS: Penderita campak tidak boleh keluar rumah atau kena angin agar penyakit tidak bertambah parah.
FAKTA: Tidak ada hubungan antara keluar rumah atau kena angin dengan tingkat keparahan penyakit campak. Tingkat Keparahan penyakit campak tergantung pada status gizi, sistem kekebalan tubuh dan status imunisasi penderita. Penderita Campak sebaiknya tidak keluar rumah agar tidak menularkan penyakit ke lingkungan sekitar. Selain itu, penderita campak perlu istirahat yang cukup.

MITOS: Imunisasi campak diberikan cukup sekali pada saat bayi umur 9 bulan
FAKTA: Sesuai permenkes RI nomer 42 tahun 2013, imunisasi campak diberikan 3 kali, yaitu pada umur 9 bulan, 2 tahun dan pada usia sekolah dasar sebagai BIAS (Bulan Imunisasi Anak Sekolah)

MITOS : Penderita campak tidak boleh mengkonsumsi makanan tertentu seperti gorengan, makanan pedas, makanan/minuman dingin dan telur
FAKTA : Tidak ada makanan tertentu yang bisa memperparah campak ataupun makanan yang mempercepat penyembuhan penyakit campak. Hanya saja pada penderita campak yang disertai adanya sariawan atau mouth ulcer disarankan tidak mengkonsumsi makanan gorengan, pedas dan es

MITOS : makan kuah (kaldu) ayam bisa mempercepat keluarnya ruam kulit pada penderita campak
FAKTA : Keluarnya ruam kemerahan pada campak terjadi saat suhu tubuh mencapai titik maksimal, kira-kira hari ke-4 atau hari ke-5 sakit. Tidak ada satu makanan/minuman pun yang bisa mempercepat atau memperlambat

Baca juga: Measles on numbers

MEASLES ON NUMBERS

 

Share