• Subcribe to Our RSS Feed

MPASI (Makanan Pendamping ASI): Strategi Terhindar dari Malnutrisi

Oct 23, 2013 by     No Comments    Posted under: Baby Care, Breastfeeding

mpasi1

Tak terasa sudah 6 bulan si kecil mendapatkan ASI eksklusif. Berbagai macam cobaan dan ujian telah dilewati dengan sukses, mulai kurangnya produksi ASI di hari-hari pertama, kulit bayi kuning, puting lecet, bayi rewel saat disusui (nursing strike), kurang yakinnya mertua akan kecukupan produksi ASI, hingga bujuk rayu dari teman dan tetangga yang membanggakan anak-anaknya yg “sufor eksklusif”.

 

Kini, saat usia bayi mencapai 6 bulan, tiba saatnya kita memberikan makanan pendamping ASI alias MPASI. Apa dan bagaimana MPASI yang baik itu? Mengapa perlu diberikan MPASI? Mengapa mulai diberikan pd usia 6 bulan? Bagaimana urutan pemberian MPASI yang benar?

 

Dalam tulisan berikut ini, penulis mencoba mengupas tuntas masalah MPASI dari A sampai Z… Semoga bermanfaat…

 

Masalah pemberian MPASI sebenarnya bukan hanya apa yang dimakan, tetapi juga bagaimana, kapan, dimana dan oleh siapa anak diberikan MPASI

 

Apa yang dimaksud dengan MPASI?

 Makanan Pendamping ASI (MPASI) adalah semua makanan dan minuman yangdiberikan pada bayi yang mendapatkan ASI hingga bayi selesai disapih dan dapat makan makanan keluarga. Biasanya antara usia 6 – 24 bulan

 Periode peralihan antara ASI eksklusif ke makanan keluarga dikenal pula sebagai masa penyapihan (6-24 bulan) yang merupakan suatu proses pemberian makanan khusus selain ASI secara bertahap jenis, jumlah dan frekuensi maupun tekstur dan konsistensinya sampai seluruh kebutuhan nutrisi anak dipenuhi oleh makanan keluarga. Masa peralihan ini merupakan masa rawan pertumbuhan anak karena pada masa inilah awal terjadinya malnutrisi.

 

Mengapa MPASI diberikan mulai umur 6 bulan?

 Setelah umur 6 bulan, ASI saja tidak mencukupi untuk kebutuhan bayi, terutama kebutuhan akan energi, protein dan beberapa mikronutrien (besi, seng, vitamin A dll).

 Pemberian MPASI yang terlalu dini bisa menyebabkan diare (resiko dehidrasi), produksi ASI menurun, sensitisasi alergi hingga resiko terjadinya gangguan tumbuh kembang. Sedangkan MPASI yang diberikan terlambat akan membawa dampak: defisiensi zat besi, resiko terjadinya gagal tumbuh hingga gangguan tumbuh kembang.

 Beberapa faktor perlu diperhatikan ketika akan memulai MPASI, antara lain:

  •  Kesiapan/kematangan saluran cerna bayi     
  • Perkembangan ketrampilan oromotor (kesiapan bayi untuk menerima makanan padat)
  • Kebutuhan nutrisi selain dari ASI tidak dibutuhkan bayi sebelum usia 6 bulan
  • Usia 6-9 bulan merupakan periode kritis dalam perkembangan ketrampilan makan. Karenanya, perkenalkan bayi dengan berbagai variasi rasa, aroma, tekstur dan konsistensi.

 Makanan apa yg sebaiknya diberikan kepada bayi sebagai MPASI ?

  •  Pilihan utama adalah makanan yg tinggi kandungan zat besi, karena zat inilah nutrien yg paling tidak terpenuhi kebutuhannya setelah usianya 6 bulan
  • Berikut adalah makanan yg tinggi kadar Fe nya: hati, daging sapi, daging unggas, tuna, ikan Cod, udang, tiram, kuning telur, sayuran hijau, kacang-kacangan, biji-bijian.
  • MPASI pertama yg terbaik diberikan ke bayi adalah beras karena sifatnya yang sangat hipoalergenik·       
  • Gandum dan campuran cerealia lainnya sebaiknya diberikan mulai 8 bulan·       
  • Putih telur diberikan sebelum 1 tahun, sedangkan kuning telur bisa diberikan mulai 8 bulan

 Bagaimanakah panduan dasar pemberian MPASI?

  •  Urutan Pemberian: Menurut AAP (American Academy of Pediatrics), tidak ada urutan khusus dalam pengenalan jenis bahan makanan yg diberikan ke bayi. Kuncinya adalah makanan yang aman, bergizi dan tekstur yang sesuai
  • Tekstur dan konsistensi: Dimulai dengan tekstur yg lembut, agak encer selanjutnya secara bertahap konsistensinya ditingkatkan
  • Jumlah: Mulai dengan 1-2 sendok teh pada saat pengenalan jenis makanan, tingkatkan secara bertahap hingga jumlah yg sesuai usia
  • Jarak waktu antara pemberian makanan baru: Kenalkan satu persatu jenis makanan sebelum diberikan dalam bentuk campuran, dengan jarak 2-3 hari (4-7 hari jika bayi ada riwayat alergi). Makanan baru sebaiknya pada pagi hari oleh ibu

 Rekomendasi beberapa badan kesehatan tentang jenis MPASI

 ·     AAP (American Academy of Pediatrics)

   Perkenalan jenis makanan satu persatu

   Pilih makanan yang mengandung zat besi penting dan juga sebagai sumber energi, seperti bubur susu fortifikasi besi dan tim daging sebagai makanan pertama karena kandungan protein, zat besi, dan seng yang tinggi

   Perkenalkan berbagai variasi makanan diakhir tahun pertama

   Tidak memberikan susu sapi kecuali dalam bentuk susu formula sebelum usia 1 tahun

   Pastikan asupan kalsium yang cukup dari MPASI

   Tidak memberi jus buah sebelum usia 6 bulan dan membatasi pengunaan maksimal 120-180 ml/hari.

·     ESPGHAN (The European Society for Paediatric Gastroenterology Hepatology and Nutrition)    

   MPASI diperkenankan satu per satu untuk mengetahui adanya alergi terhadap satu jenis makanan

  Bayi yang mendapatkan ASI harus mendaspatkan  > 90% zat besi dari MPASI. MPASI merupakan sumber zat besi dengan bioavalabilitas tinggi

   Susu sapi tidak menjadi susu utama sebelum usia 12 bulan

   Dianjurkan untuk menghindari pemberian gluten sebelum 4 tahun atau sebelum 7 bulan dan introduksi gluten dilakukan secara bertahap

   Bayi vegetarian harus mendapatkan susu (ASI atau formula) dalam jumlah yang cukup (sekitar 500 ml/hari)

   Vegan diet tidak dianjurkan untuk bayi dan balita

   Kandungan lemak pada MPASI tidak kurang dari 25%, termasuk sumber asam lemak rantai panjang tak jenuh ganda (contoh: minyak ikan). Pemberian MPASI tidak menambahkan gula dan garam.

 ·     WHO  

   Bayi harus mendapatkan makanan bervariasi untuk memenuhi kebutuhan zat gizi

   Lauk hewani seperti: daging, ayam, ikan atau telur harus diberikan setiap hari atau sesering mungkin

   Bayi vegetarian tidak dapat memenuhi kebutuhan gizinya kecuali diberikan suplementasi

  Sayur dan buah kaya vitamin A harus diberikan setiap hari

   Kandungan lemak harus cukup

   Hindari pemberian makanan dengan kandungan zat gizi rendah (contoh: teh, kopi, soda), jumlah jus buah harus dibatasi sehingga tidak mengurasi asupan makanan lain yang kaya zat gizi.

Tabel. Pedoman Pemberian Makan pada Bayi/Anak Usia 6-23 Bulan yang Mendapat ASI On Demand (WHO)

 

Umur

Tekstur

Frekuensi

Jumlah rata-rata/kali makan

6-8 bulan

Mulai dengan bubur halus, lembut, cukup kental, dilanjutkan bertahap menjadi lebih kasar

 

2-3x/hari, ASI tetap diberikan. Tergantung nafsu makan, dapat diberikan 1-2x selingan

Mulai dengan 2-3 sdm/kali ditingkatkan bertahap sampai ½ mangkok (125 ml)

9-11 bulan

Makanan yang dicincang halus atau dusarung kasar sampai makanan bias dipegang/diambil dengan tangan

 

3-4x/hari, ASI tetap diberikan. Tergantung nafsu makan, dapat diberikan 1-2x selingan

½ mangkok (125 ml)

12-23 bulan

Makanan keluarga, bila perlu masih dicincang atau disaring kasar

3-4x/hari, ASI tetap diberikan. Tergantung nafsu makan, dapat diberikan 1-2x selingan

¾ sampai 1 mangkok (175-250 ml)

 

 

Share