• Subcribe to Our RSS Feed

TIPS AGAR MUDIK LEBARAN JADI NYAMAN DAN AMAN

Jun 22, 2017 by     No Comments    Posted under: Child Health

Mudik Lebaran

 

TIPS AGAR MUDIK LEBARAN JADI NYAMAN DAN AMAN

Lebaran tinggal menghitung hari. Entah sedih atau kah bahagia? Sedih karena sebentar lagi Ramadhan, bulan penuh rahmat dan ampunan, meninggalkan kita semua. Bahagia karena tidak lama lagi hari kemenangan akan segera tiba.
Banyak hal menarik terkait budaya menyambut datangnya lebaran ini. Di Indonesia -entah sejak kapan- dikenal adanya satu tradisi yang super heboh dan hyper ribet, dialah MUDIK. Konon kata “MUDIK” berasal dari bahasa jawa ngoko , yaitu “mulih dilik” (disingkat: mudik) atau “pulang dulu”. Ada pula pendapat yang mengatakan bahwa MUDIK berasal dari bahasa betawi: “menuju udik” alias pulang kampung. Secara harfiah MUDIK artinya pulang kampung atau kegiatan para perantau atau pekerja migran untuk pulang ke kampung halamannya. Biasanya tradisi mudik terjadi menjelang hari besar keagamaan seperti hari raya iedul fitri, Iedul Adha, maulud nabi dan bahkan PEMILU. Namun demikian, di beberapa daerah di Indonesia, mudik melekat erat dengan moment Lebaran
Ada berbagai cara untuk bisa mudik, antara lain dengan pesawat terbang, kapal laut, kendaraan umum (bus dll), kereta api, mobil pribadi dan bahkan sepeda motor. Untuk bahasan selanjutnya akan kita batasi tentang mudik (perjalanan jauh) menggunakan kendaraan pribadi roda empat dimana ada bayi atau balita atau anak-anak sebagai salah satu penumpangnya.

Berikut adalah tips cara aman dan nyaman mudik dengan kendaraan pribadi bersama si kecil

  1. Jangan gunakan sepeda motor untuk mudik bersama bayi atau anak, karena tidak aman, melelahkan dan kurang nyaman bagi anak. Perlu diingat bahwa sepeda motor dirancang hanya untuk maksimal dua orang dewasa, dan hingga saat ini belum ada sepeda motor yang di design khusus untuk penumpang anak-anak atau bahkan bayi
  2. Jenis jalan raya di Indonesia termasuk yang sangat berbahaya dan mengancam keselamatan penumpang, oleh karena itu pastikan bahwa semua penumpang menggunakan sabuk pengaman. Untuk anak-anak bila perlu menggunakan “car safety seat”
  3. Koordinasikan dengan driver agar mengemudi dengan santai, tidak tergesa-gesa dan selama mengemudi dilarang keras bersentuhan dengan smartphone maupun gadget lain
  4. AAP (American Academy of Pediatric) merekomendasikan penggunaan “rear-facing car safety seat” untuk anak dibawah umur 2 tahun. Dan jangan pernah meletakkan rear-facing car safety seat ini di jok depan dimana terdapat “airbag”
    Untuk anak dibawah 13 tahun dianjurkan duduk di jok belakangAgar anak merasa nyaman dan tidak bosan, jangan lupa menyertakan mainan favoritnya di dalam mobil dan juga memperdengarkan lagu-lagu yang menjadi kesukaannya
  5. Setiap 2 jam perjalanan, upayakan untuk be!rhenti sesaat sekedar meluruskan kaki, makan, buang air ataupun istirahat sejenak
  6. Jangan pernah meninggalkan bayi atau balita Anda sendirian di mobil, meskipun itu hanya satu menit!
  7. Jangan lupa untuk membawa travelers health kit (selengkapnya mengenai ini, sila buka link: http://wwwnc.cdc.gov/travel/destinations/traveler/children/indonesia), air mineral secukupnya, snack, tissue basah, diapers, sabun dll

Untuk mencegah anak sakit dalam perjalanan, perhatikan tips-tips berikut ini

  1. Jaga pola makan bayi/anak anda agar tetap teratur sesuai pola makan di rumah
  2. Jaga kebersihan tangan dengan mencuci tangan sebelum makan. Gunakan air bersih yang mengalir atau dengan hand wipes atau hand sanitizer
  3. Perhatikan kebersihan dan keamanan dari makanan/miuman yang dikonsumsi selama dalam perjalanan. Bekal home-made yang disiapkan sebelumnya sangat membantu
    Minum air utih dan atau jus buah segar dalam jumlah yang cukup
  4. Ditengah perjalanan yang mengasyikkan, upayakan buah hati Anda memiliki jam tidur yang cukup.
  5. Salah satu penyakit yang sering terjangkit saat perjalanan adalah DIARE, biasa disebut “Traveler Diare” yang merupakan self limiting disease (bisa sembuh sendiri) dan disebabkan karena infeksi akibat kontaminasi makanan/minuman. Kunci penanganan kasus ini adalah dengan mencegah terjadinya dehidrasi alias kekurangan cairan. Oleh karena itu bawalah oralit saat mudik
  6. Jika kita mengajak serta bayi dalam perjalanan mudik, perhatikan kebutuhan minum dan makannya. ASI menjadi pilihan utama dan terbaik buat bayi Anda. Persiapkan kondisi ibu untuk selalu siap menyusui selama dalam perjalanan. Jika sudah berusia diatas 6 bulan, siapkan MPASI seperti sebelum perjalanan. MPASI pabrikan diberikan hanya dalam kondisi darurat. Semua dipersiapkan dan diperhitunkan sejak sebelum berangkat.
  7. Jangan sekali-kali berpikiran bahwa segala sesuatu bisa di beli selama di perjalanan atau di tempat tujuan.
  8. Untuk mencegah kejenuhan ajaklah anak berkomunikasi dengan membahas kota tujuan (sejarah, makanan khas, budaya setempat, tempat wisata dll), profil sanak atau kerabat yang akan kita kunjungi, rencana beberapa hari di tempat tujuan, ataupun membahas apa yang dilihat di perjalanan
  9. Dan yang terpenting: berdoa bersama saat sebelum mulai perjalanan, menjaga konsistensi beribadah saat dalam perjalanan dan selalu berdoa untuk keselamatan perjalanan, keselamatan dunia maupun akherat
Share