• Subcribe to Our RSS Feed

OBAT NYAMUK YANG AMAN UNTUK BAYI DAN ANAK

Sep 30, 2016 by     No Comments    Posted under: Baby Care, Child Health

OBAT NYAMUK YANG AMAN UNTUK BAYI DAN ANAK

20160930_150154

Nyamuk adalah serangga yang paling familiar dalam tiap rumah tangga . Meski tak pernah diundang, nyamuk kerap sok akrab dengan manusia. Mulai bertamu, mengintip, menari-nari di kamar, bermain petak umpet, hingga menyapa manusia langsung melalui gigitan mesranya. Walaupun jelas-jelas mengganggu, namun manusia terkadang tak kuasa menolak kehadirannya.
Gigitan nyamuk ke tubuh anak atau bayi, ternyata bukan hanya perkara timbulnya rasa tak nyaman (sakit dan atau gatal) saat moncong nyamuk tertancap di kulit, namun ternyata gigitan nyamuk ini bisa menjadi media menularan penyakit!
Demam berdarah, malaria, demam cikungunya, infeksi virus Zika hingga radang otak (Japanese B encephalitis) adalah Contoh penyakit yang ditularkan melalui gigitan nyamuk
Hingga kini, ada berbagai macam obat anti nyamuk yang ditujukan untuk membunuh hingga mengusir nyamuk, yang beredar di pasaran, antara lain:
1. Obat nyamuk bakar (mosquito coil)
2. Obat nyamuk semprot (spray, foams)
3. Obat nyamuk cair-elektrik (liquid vapourise)
4. Obat nyamuk mats-elektrik (plug-in mats)
5. Obat nyamuk oles (cream, lotion, gel, wipes, roll-on stick)
Tidak ada satupun diantara obat nyamuk diatas yang benar-benar aman untuk bayi dan anak. Alternatif yang paling bijak adalah dengan menggunakan kelambu, dimana kelambu akan melindungi “bayi dan ibu” dari godaan nyamuk yang terkutuk. Namun penggunaan kelambu ini sering kali kurang efektif karena kerap dibuka untuk berbagai kepentingan semisal mengganti popok bayi, pergi ke kamar mandi dll. Sebaiknya hindari penggunaan kelambu yang hanya mengurung bayi, karena membuat bayi tidak nyaman
Sebagian besar dari obat nyamuk diatas mengandung zat aktif golongan pyrethroids, yaitu insektisida sintetis yang dibuat menyerupai insektisida alami: Pyrethrins yang diroduksi oleh bunga Pyrethrums. Beberapa insektisida turunan dari pyrethroids seperti transfluthrin, allethrin, cyfluthrin, permethrin, pyrethrin,prallethrin biasa digunakan sebagai insektisida rumahan alias “obat anti nyamuk” dalam berbagai bentuk.
Beberapa keluhan atau masalah kesehatan yang berhubungan dengan penggunaan insektisida golongan pyrethroids adalah masalah pernapasan (sesak, batuk, bersin, iritasi bronkus hingga memicu kambuhnya asma), sakit kepala, gatal, iritasi mata dan nyeri telinga-hidung-tenggorokan
Obat nyamuk bakar memiliki tingkat keamanan yang paling rendah dibanding obat nyamuk jenis lain, walaupun penggunaannya cukup efektif dalam mengusir nyamuk. Beberapa pakar menyebutkan bahwa asap yang dihasilkan oleh 1 unit obat nyamuk bakar setara dengan asap yang dihasilkan oleh 75-137 batang rokok! Bahkan, dilaporkan bahwa asap obat nyamuk bakar bisa menyebabkan SIDS (Sudden Infant Death Syndrome) atau kematian bayi yang mendadak
Dari 5 jenis obat nyamuk diatas, yang bisa digunakan untuk anak diatas usia 2 tahun adalah obat nyamuk OLES, tentu saja dengan embel-embel “Syarat dan Ketentuan Berlaku”
OBAT NYAMUK OLES
Obat nyamuk oles yang dilulurkan pada kulit akan memproduksi lapisan uap yang menyebabkan bau dan rasa tidak enak bagi serangga. Nyamuk akan berbalik arah jika mencapai <4 cm dari kulit yang baru diolesi obat nyamuk
Jadi, “obat nyamuk oles” bukan insektisida (zat kimia yang bisa membunuh serangga), hanya sebagai penutup/pelindung kulit manusia sehingga tidak terdeteksi oleh insekta dan artropoda.
Pada bayi berusia < 2 bulan, TIDAK dianjurkan untuk menggunakan obat nyamuk oles karena rasio luas permukaan tubuh terhadap massa tubuh lebih besar sehingga lebih mudah diserap dan mudah mencapai konsentrasi tertinggi dalam plasma
Beberapa zat aktif yang terkandung dalam obat nyamuk oles adalah DEET (N,N-diethyl-m-toluamide), Picaridin, citronella oil (minyak serai), lemon eucalyptus extract dll.
Dari beberapa studi, pilihan pertama formula obat nyamuk oles adalah DEET yang merupakan repellent spectrum luas paling efektif dalam mencegah gigitan serangga.
Bagaimana cara kerja DEET sehingga bisa menghalau nyamuk?
Nyamuk memiliki kemampuan mencari mangsa dengan mendeteksi 1-octen-3-ol yang terdapat pada keringat dan nafas manusia. Nyamuk dapat mendeteksi 1-octen-3-ol dalam jarak 2,5 meter. DEET akan memanipulasi 1-octen-3-ol sehingga indera penciuman nyamuk tidak berfungsi maksimal dan membuat nyamuk tidak tertarik lagi pada manusia. Saat dioleskan ke kulit, sebagian DEET diserap dan sebagian lagi menguap atau hilang terhapus pakaian. DEET yang terserap, sebagian kecil (±9%) masuk ke sirkulasi, mengalami metabolisme di hati dan dikeluarkan melalui urine. DEET akan tereliminasi secara lengkap dari tubuh setelah 4 jam sejak dioleskan.
Konsentrasi DEET yang berbeda akan mempengaruhi lamanya waktu perlindungan dari bahaya gigitan serangga. Kadar DEET 5% melindungi selama 2 jam, kadar 10% melindungi selama 3 jam, kadar 15% melindungi 5 jam, dan kadar 30% melindungi selama 6 jam dan kadar 50% melindungi selama 12 jam.
Jadi, tidak ada satupun obat nyamuk yang berbasis bahan kimia, yang sepenuhnya aman bagi bayi atau anak. Bagaimanapun, tindakan prevensi akan jauh lebih baik dari pada menggunakan obat pembunuh atau pengusir nyamuk Penulis sendiri lebih sering menggunakan obat pengusir nyamuk cak “dua telapak tangan”
Berikut beberapa TIPS yang bisa membantu buah cinta Anda bebas dari gangguan nyamuk:
1. Bebaskan rumah Anda dari genangan air bersih, karena nyamuk berkembang biak dengan baik di air bersih (jernih) yang stagnan (tidak mmengalir). Perhatikan hal-hal berikut ini:
a. Pastikan tempat penyimpanan air bersih selalu dalam kondisi tertutup jika sedang tidak digunakan
b. Air bersih yang sengaja disimpan di wadah terbuka misalkan pot tanaman, vas bunga, tempat minum hewan piaraan hendaknya senatiasa diganti dan dibersihkan wadahnya maksimal 7 hari (telur nyamuk akan menetas setelah 7-10 hari tinggal di air jernih yang stagnan)
c. Saat musim hujan tiba, pastikan lahan di sekitar rumah Anda terbebas dari sampah atau benda apapun yang bisa menadah air hujan
2. Kenakan baju yang berwarna terang dan menutupi hampir seluruh anggota tubuh bayi/anak Pakaian yang berwarna gelap akan menarik dan mengundang nyamuk.
3. HIndari penggunaan sabun, lotion, bedak ataupun parfum yang beraroma floral karena akan menarik dan mengundang nyamuk
4. Jangan pernah meninggalkan makanan dalam kondisi “tidak tertutup” di rumah Anda, terutama di kamar bayi
5. Gunakan kassa atau jala pelindung yang terbuat dari kawat untuk menutupi semua pintu dan jendela rumah anda
6. Gunakan kelambu untuk melindungi bayi dan anak anda dari serbuan nyamuk
7. Penggunaan obat nyamuk oles bisa dijadikan alternatif, dengan memperhatikan “syarat dan ketentuan”nya, yaitu:
a. Jangan digunakan untuk bayi dibawah 2 bula
b. Gunakan repellent dengan kandungan DEET maksimal 30%, tergantung berapa lama anak beraktivitas di luar rumah. Untuk anak, hindari pemakaian IR dengan kadar DEET > 30%
c. Untuk usia 2-12 tahun, sebaiknya menggunakan repellent dengan kadar dibawah 15% dan dioleskan tidak lebih dari 3 kali sehari
d. Untuk anak usia 6 bulan – 2 tahun hanya boleh digunakan maksimal 1 kali saja dengan kadar DEET maksimal 10%
e. Gunakan obat nyamuk oles di kulit dan atau pakaian. Jangan oleskan di kulit yang terlindungi oleh pakaian
f. Jangan oleskan repellent pada kulit yang mengalami luka ataupun exzema
g. Jangan oleskan repellent di kulit di sekitar mata dan mulut. Gunakan repellent secukupnya di kulit sekitar telinga jika diperlukan
h. Jika repellent berbentuk spray, jangan semprotkan langsung ke daerah muka, sebaiknya semprotkan di telapak tangan, baru kemudian dioleskan ke muka
i. Penggunaan obat nyamuk oles yang dikombinasikan dengan sun screen (tabir surya), tidak direkomendasikan,
j. Segera cuci bagian yang diolesi repellent, dengan sabun dan air mengalir, begitu kegiatan out-door berakhir
8. Menanam tanaman tertentu seperti bunga Lavender diyakini bisa mengusir sekaligus menghalau nyamuk yang hendak bertamu ke rumah Anda
OBAT NYAMUK ALAMI (NATURAL)
Beberapa bahan alami atau essenstial oil diyakini bisa mencegah atau bahkan mengusir nyamuk, sehingga banyak orang menggunakannya sebagai obat nyamuk oles
1. Citronella oil (minyak serai) dikenal secara luas sebagai minyak oles penghalau nyamuk. Minyak ini dilaporkan efektif selama < 2 jam karena mudah menguap. Citronella oil secara umum dianggap aman tetapi tidak direkomendasi untuk penggunaan topical pada anak dibawah 2 tahun karena kurangnya bukti ilmiah
2. Minyak lemon eucalyptus memberikan perlindungan terhadap nyamuk setara dengan DEET konsentrasi rendah. Efektivitas lemon eucalyptus 40% setara dengan DEET 7-15%. Tapi produk ini tidak direkomendasikan untuk anak dibawah 3 tahun
Jadi, tak cukup hanya berkata “putus hubungan dengan nyamuk”, tak perlu pula ngamuk hanya karena nyamuk! Harus ada action nyata agar bisa talak 3 dengan nyamuk…

Share