• Subcribe to Our RSS Feed

PENGGUNAAN “INSECT REPELLENT” UNTUK BAYI DAN ANAK

Nov 12, 2014 by     No Comments    Posted under: Baby Care

ir2Gigitan serangga (paling sering nyamuk), selain menyebabkan rasa tidak nyaman bagi bayi dan anak karena rasa nyeri, gatal dan sebangsanya, juga bisa menjadi sumber masuknya micro-organisme penyebab penyakit. Beberapa penyakit ditularkan melalui gigitan nyamuk, misalnya demam berdarah dengue, malaria, Japanese B Encephalitis dll
Selain kelambu dan “obat nyamuk cap dua telapak tangan” yang relative bebas efek samping, ada alternatif yang bisa diterapkan, yaitu dengan mengolesi anak dengan lotion anti nyamuk atau disebut “Insect Repellent” (IR)
Apa yang dimaksud dengan “Insect Repellent”?, kandungan aktif apa yang ada dalam product IR? Amankah IR jika digunakan untuk bayi dan anak? Apa saja efek sampingnya? Bagaimana tips penggunaan IR untuk bayi dan anak?
Insect Repellent adalah bahan aktif yang dapat menolak atau mengusir serangga. Insect Rapellent yang dioleskan pada kulit akan memproduksi lapisan uap yang menyebabkan baud an rasa tidak enak terhadap serangga. Nyamuk akan berbalik arah jika mencapai <4 cm baru kulit yang baru diolesi IR
Jadi, IR bukan insektisida (zat kimia yang bisa membunuh serangga), hanya sebagai penutup/pelindung kulit manusia sehingga tidak terdeteksi oleh insekta dan artropoda.
IR umumnya dipasarkan dalam bentuk krim, lotion, minyak, bubuk, atau emulsi pencuci pakaian.

Dari beberapa studi, pilihan pertama formula IR adalah DEET yang merupakan repellent spectrum luas paling efektif dalam mencegah gigitan serangga

Pada bayi berusia < 2 bulan, TIDAK dianjurkan untuk menggunakan repellent karena rasio luas permukaan tubuh terhadap massa tubuh lebih besar sehingga lebih mudah diserap dan mudah mencapai konsentrasi tertinggi dalam plasma
Beberapa zat aktif yang terkandung dalam IR adalah DEET (N,N-diethyl-m-toluamide), Picaridin, citronella oil (minyak serai), lemon eucalyptus extract dll.
Dari beberapa studi, pilihan pertama formula IR adalah DEET yang merupakan repellent spectrum luas paling efektif dalam mencegah gigitan serangga.
Bagaimana cara kerja DEET sehingga bisa menghalau nyamuk?

AAP (American Academy of Pediatrics) merekomendasikan keamanan DEET dengan kadar 10-30% untuk anak-anak tapi tidak direkomendasikan untuk bayi < 2 bulan

Nyamuk memiliki kemampuan mencari mangsa dengan mendeteksi 1-octen-3-ol yang terdapat pada keringat dan nafas manusia. Nyamuk dapat mendeteksi 1-octen-3-ol dalam jarak 2,5 meter. DEET akan memanipulasi 1-octen-3-ol sehingga indera penciuman nyamuk tidak berfungsi maksimal dan membuat nyamuk tidak tertarik lagi pada manusia. Saat dioleskan ke kulit, sebagian DEET diserap dan sebagian lagi menguap ati hilang terhapus pakaian. DEET yang terserap, sebagian kecil (±9%) masuk ke sirkulasi, mengalami metabolism di hati dan diekskresikan melalui urine. DEET akan tereliminasi secara lengkap dari tubuh setelah 4 jam sejak dioleskan.
Konsentrasi DEET yang berbeda akan mempengaruhi lamanya waktu perlindungan dari bahaya gigitan serangga. Kadar DEET 5% melindungi selama 2 jam, kadar 10% melindungi selama 3 jam, kadar 15% melindungi 5 jam, dan kadar 30% melindungi selama 6 jam dan kadar 50% melindungi selama 12 jam.
AAP (American Academy of Pediatrics) merekomendasikan keamanan DEET dengan kadar 10-30% untuk anak-anak tapi tidak direkomendasikan untuk bayi dibawah 2 bulan.

Citronella oil secara umum dianggap aman tetapi tidak direkomendasi untuk penggunaan topical pada anak dibawah 2 tahun

Berikut tips penggunaan Insect Repellent untuk bayi/anak:
1. Jangan digunakan untuk bayi dibawah 2 bulan
2. Gunakan repellent dengan kandungan DEET maksimal 30%, tergantung berapa lama anak beraktivitas di luar rumah. Untuk anak, hindari pemakaian IR dengan kadar DEET > 30%
3. Untuk usia 2-12 tahun, sebaiknya menggunakan repellent dengan kadar dibawah 15% dan dioleskan tidak lebih dari 3 kali sehari
4. Untuk anak usia 6 bulan – 2 tahun hanya boleh digunakan maksimal 1 kali saja dengan kadar DEET maksimal 10%
5. Gunakan IR di kulit dan atau pakaian. Jangan oleskan IR di kulit yang terlindungi oleh pakaian
6. Jangan oleskan repellent pada kulit yang mengalami luka ataupun exzema
7. Jangan oleskan repellent di kulit di sekitar mata dan mulut. Gunakan repellent secukupnya di kulit sekitar telinga jika diperlukan
8. Jika repellent berbentuk spray, jangan semprotkan langsung ke daerah muka, sebaiknya semprotkan di telapak tangan, baru kemudian dioleskan ke muka
9. Penggunaan insect repellent yang dikombinasikan dengan sun screen (tabir surya), tidak direkomendasikan,
10. Segera cuci bagian yang diolesi repellent, dengan sabun dan air mengalir, begitu kegiatan out-door berakhir

Citronella oil (minyak serai) dikenal secara luas sebagai minyak oles penghalau nyamuk. Minyak ini dilaporkan efektif selama < 2 jam karena mudah menguap. Citronella oil secara umum dianggap aman tetapi tidak direkomendasi untuk penggunaan topical pada anak dibawah 2 tahun karena kurangnya bukti ilmiah
Minyak lemon eucalyptus memberikan perlindungan terhadap nyamuk setara dengan DEET konsentrasi rendah. Efektivitas lemon eucalyptus 40% setara dengan DEET 7-15%. Tapi produk ini tidak direkomendasikan untuk anak dibawah 3 tahun

Share