• Subcribe to Our RSS Feed

Perut Kenyang, Hatipun Lapang

Pemenuhan kebutuhan “pangan” adalah sesuatu yang tidak bisa ditunda, kapanpun dan dimanapun kita berada. Demikian juga dengan para jamaah calon haji KBIH Labbaik Lamongan.
Nasi dan mie instan adalah salah satu makanan pokok favorit jamaah. Sebagian ada yang sudah prepare dengan membawa magic com dari rumah. Sedangkan “mie instan” merupakan barang bawaan “wajib” bagi jamaah asal Lamongan. Bagaimana dengan lauk pauk? Yang inipun para jamaah juga sudah membekali diri sejak dari tanah air. Mulai dari srundeng, abon, sambal goreng, kerupuk, berbagai jenis ikan asin, sambal bajak, bubuk kaldu ayam/sapi sampai dengan bumbu rempah, bumbu temu maupun bumbu siap saji.

Jadilah “memasak” menjadi kegiatan rekreatif terutama bagi para jamaah wanita. Saling berbagi, saling incip dan saling tukar menukar lauk, menjadi salah satu kegiatan rutin yang “memorable” dan mustahil dilakukan di tanah air. Bagaimana mungkin, bisa “cooking together”, wong tempat tinggal saling berjauhan?

Kegiatan favorit ibu ibu ini ditunjang oleh fasilitas yang disediakan oleh maktab 56, tempat para jamaah tinggal. Dapur berukuran 4 x 4 meter tersedia di tiap 3 kamar, ditambah fasilitas 2 kulkas besar, lemari dapur dan kitchen zinc yang representatif
Selain murah, kegiatan memasak ini disuka karena urusan selera. Mbah Juwariyah, salah satu jamaah asal Karang Tawar – Laren menuturkan “Kulo remen masak piyambak, pak dokter… Mergi murah, lan pas raosipun. Monggo menawi bade ngincipi, pak dokter”

Bagi jamaah yang tidak suka memasak, ada alternatif lain yang juga murah. Di sekitar penginapan ada beberapa TKW yang berjualan lauk pauk dan sayur dengan harga 1 hingga 5 SR per porsi. Ada soto ayam, bakso, kare ayam, pecel terong, pindang, tahu/tempe goreng, oseng sayur dll. Sayangnya, penulis mencoba mencari menu nasi krawu dan sego boranan, tapi sia sia…. Hayo, sapa yang mau ngirimin?

Share