• Subcribe to Our RSS Feed

PNEUMONIA: PEMBUNUH UTAMA BALITA

Nov 13, 2016 by     No Comments    Posted under: Child Health

PNEUMONIA: PEMBUNUH UTAMA BALITA

My name is PNEUMONIA

My name is PNEUMONIA

Sudah 5 hari ini, Rafi (19 bulan) dirawat di Rumah Sakit karena batuk yang tak kunjung sembuh sejak 5 hari sebelum dirawat di RS, diikuti demam tinggi dan sesak napas yang makin lama makin memberat. Bunda Novi, orang tua Rafi tentu saja cemas melihat Rafi yang tak kunjung membaik. Apalagi menyaksikan tubuh Rafi yang lemah, ditambah 2 selang yang berseliweran: selang infus dan selang oksigen.
Hasil diskusi dengan dokter spesialis anak yang merawat Rafi menyimpulkan bahwa Rafi menderita Pneumonia.
Betapa kaget Bunda Novi manakala mencari informasi seputar pneumoni melalui Internet dan mendapatkan data dari WHO bahwa sepanjang tahun 2015 ada 920.136 balita meninggal akibat Pneumonia. Ini berarti bahwa tiap 34 detik ada 1 kasus kematian balita akibat Pneumonia!
Pneumonia atau lebih dikenal dengan penyakit “radang paru-paru” adalah proses keradangan pada bagian tertentu dari paru yang bernama “Alveoli” dan jaringan sekitarnya.
Alveoli adalah struktur fungsional terkecil dari paru yang secara langsung menjalankan fungsi sebagai alat pertukaran udara: oksigen vs karbondioksida
Sistem respirasi (pernapasan) manusia tersusun mulai hidung hingga alveoli. Dari hidung berlanjut tenggorokan kemudian bronkus, yang akan bercabang dua: bronkus kiri dan kanan yang nantinya akan menjadi “paru kiri” dan “paru kanan”. Masing-masing bronkus akan terbagi secara dikotomi, lambat laun mengecil dan berdinding lebih tipis menjadi saluran napas yang berdiameter lebih kecil, dinamakan Bronkiolus. Jaringan paru manusia terdiri dari ribuan bronkiolus yang pada tiap-tiap ujungnya berakhir pada alveoli.
Jika karena suatu sebab, terjadi proses keradangan pada alveoli sehingga mengganggu fungsi paru dalam pertukaran oksigen dengan karbondioksida, dinamakan Pneumoni. Sedangkan jika keradangan terjadi pada saluran napas diatas alveoli, dinamakan ISPA alias Infeksi Saluran Pernapasan Akut (“Akut” berarti penyakit terjadi dalam waktu singkat, kurang dari 14 hari)
Pada pemeriksaan fisik, dengan stethoscope akan terdengar suara napas yang menurun dan didapatkan suara napas tambahan (ronkhi). Pada pemeriksaan laboratorium darah lengkap bisa terjadi peningkatan jumlah sel darah putih, tapi bisa juga memberikan gambaran darah lengkap yang masih dalam batas normal.
Pada pemeriksaan radiologi, foto polos dada menunjukkan adanya gambaran perkabutan (infiltrat) di area paru-paru.
WHO pada tahun 2014 dalam bukunya “Revised WHO classification and treatment of childhood pneumonia at health facilities” membedakan pneumonia menjadi 2 kategori, yaitu “Pneumonia” dan “Pneumonia Berat”
Kategori “Pneumonia” jika ditemukan batuk, kesulitan bernapas dan napas cepat dengan atau tanpa disertai tarikan dinding dada bagian bawah ke arah dalam. Batasan napas cepat adalah sebagai berikut :

  • Anak umur < 2 bulan : ≥ 60 kali/menit
  • Anak umur 2 – 11 bulan : ≥ 50 kali/menit
  • Anak umur 1 – 5 tahun : ≥ 40 kali/menit
  • Anak umur ≥ 5 tahun : ≥ 30 kali/menit

Dikategorikan sebagai “Pneumonia Berat” apabila didapatkan gejala pneumonia diatas, ditambah salah satu atau lebih dari danger signs berikut ini:

  1. Tidak dapat menyusu atau minum/makan, atau memuntahkan semuanya
  2. Kejang
  3. Anak tampak lemah, gelisah, kesadaran menurun
    Terdengar bunyi stridor (suara mendengkur) saat menghirup napas!
  4. Sianosis (kebiruan)

PENYEBAB PNEUMONIA
Sebagian besar Pneumonia disebabkan karena infeksi, baik infeksi bakteri, virus maupun jamur. Penyebab tersering adalah bakteri, namun seringkali diawali oleh infeksi virus yang kemudian mengalami komplikasi infeksi bakteri.
Bakteri tersering penyebab Pneumonia adalah Streptococcus pneumoniae (pneumokokkus), Haemophilus influenzae type B (HiB), Staphylococcus aureus. Sedangkan virus yang sering menyebabkan pneumonia adalah virus Influenza dan RSV (Respiratory Synchronization Syncytial Virus)
Bakteri maupun virus diatas masuk ke tubuh anak melalui sistem pernapasan hingga sampai ke alveoli. Bakteri dan virus tersebut menular melalui jalur “air-borne” terutama saat penderita batuk ataupun bersin.
Untuk mencegah penularan ini, sebaiknya bagi anak atau orang tua yang sedang batuk atau flu atau common cold, melakukan hal-hal seperti dibawah ini:

  1. Tinggal di dalam rumah dan istirahat
  2. Saat batuk atau bersin, tutuplah mulut dan hidung dengan tissue atau dengan kedua tangan/lengan
  3. Menjauhlah dari orang-orang sekitarnya saat batuk/bersin
  4. Cuci tangan dengan sabun dan air mengalir, atau bisa juga dengan hand sanitizer sesaat setelah bersin, batuk maupun membuang ingus
  5. Hindari kontak yang terlalu dekat orang lain, misalnya berjabat tangan, memeluk, mencium.
    Bersihkan secara berkala benda-benda yang sering dipegang misalnya mainan, handle pintu, kran air dll

PENGOBATAN
Untuk kategori “Pneumonia”, WHO pada tahun 2014 merekomendasikan pemberian antibiotik Amoxicillin oral (obat minum) selama 5 hari dan disarankan untuk rawat jalan
Pada kategori “Pneumonia Berat”, WHO merekomendasikan pemberian antibiotik injeksi Ampicillin dan Gentamicin selama minimal 5 hari
Selain itu penatalaksaan umum kasus pneumoni berat adalah sebagai berikut:

  • Pemberian cairan infus dan asupan nutrisi sesuai kebutuhan
  • Pemberian oksigen
  • Pemberian obat penurun demam (antipiretik/ analgesik)
  • Untuk mempermudah pengeluaran dahak, bisa dilakukan terapi uap atau nebulisasi

PENCEGAHAN
Tindakan prevensi berikut ini terbukti bisa mencegah dan mengurangi resiko terjangkitnya Pneumonia pada balita:

  1. Pencegahan paling efektif adalah dengan imunisasi terutama imunisasi HiB, pneumokokkus, pertussis dan campak
  2. Pemberian ASI Eksklusif selama 6 bulan terbukti bisa menurunkan angka kejadian pneumonia
  3. Mengendalikan faktor lingkungan seperti mengurangi polusi udara terutama asap rokok
  4. Meningkatkan hygiene pribadi terutama bagi masyarakat di daerah padat dan kumuh

WHO dan UNICEF mengembangkan program GAPPD (Global Action Plan for Pneumonia and Diarrhoea) yaitu suatu program yang bertujuan untuk menekan angka kejadian dan kematian akibat pneumonia yang berisi langkah-langkah untuk proteksi, pencegahan dan pengobatan pneumonia, meliputi:

  1. Lindungi (protect) anak dari bahaya Pneumonia dengan ASI eksklusif dilanjutkan MPASI yang benar dan supplementasi vitamin A
  2. Cegah (prevent) anak dari pneumonia dengan imunisasi, cuci tangan dengan sabun, sanitasi, safe drinking-water dan menurunkan kadar polusi udara terutama di dalam rumah
  3. Obati (treat) Pneumonia dengan dengan TEPAT
    Program ini juga dikenal dengan program “protect, prevent and treat”
Share