• Subcribe to Our RSS Feed

RENANG UNTUK SI KECIL

Mar 10, 2014 by     No Comments    Posted under: Baby Care, Child Health

renang

RENANG UNTUK SI KECIL

 Banyak sekali permainan kreatif yang bisa dilakukan orang tua untuk mengisi waktu luang bersama buah hati, salah satunya adalah berenang. Berenang bersama anak selain memberikan suasana yang happy untuk mempererat ikatan kasih sayang antara orang tua dan anak juga bermanfaat dalam perkembangan motorik halus, motorik kasar dan melatih keseimbangan. Orang tua harus selalu mengawasi ketika anak bermain di area permainan air atau kolam renang terutama jika usia anak kurang dari 4 tahun

Ketrampilan berenang untuk bayi berbeda dengan orang dewasa yang bisa melakukan berbagai gaya dalam berenang seperti gaya bebas. Jika pada balita dan anak-anak, berenang difokuskan pada kemampuan mengapung di atas air dan gerakan-gerakan mendasar seperti gerakan mendayung. Sebuah penelitian terbaru menunjukkan bahwa ketrampilan berenang lebih mudah dilakukan ketika perkembangan motorik anak telah mencapai usia 5 tahun. Hasil penelitian Parker dan Blanksby menunjukkan bahwa anak usia kurang dari 4 tahun memerlukan waktu yang lebih lama untuk belajar berenang karena dibatasi kemampuan neuromuskular anak.

Ada 2 istilah yang harus dibedakan terkait dengan pembahasan “Renang untuk si kecil”. Yang pertama adalah renang secara formal atau “Formal Swimming Lessons”, dimana anak akan belajar berenang dengan seorang pelatih professional dan biasanya sudah ada kurikulum sesuai klub renang yang bersangkutan.

 

“Whenever infants and toddlers are in or around water, an adult should be within arm’s length, practicing ‘touch supervision”

 

Yang kedua adalah renang secara “Parent-and-child Swimming Class”, dimana bayi dengan segala peralatan keamanannya berenang didampingi orang tua. AAP (American Academy of Pediatrics) merekomendasikan adanya “touch supervision” yaitu pada saat bayi renang, orang tua harus selalu berada di dekat bayi sejauh tangan orang tua bisa meraih bayi. “Whenever infants and toddlers are in or around water, an adult should be within arm’s length, practicing ‘touch supervision”

Umur berapa bayi sebaiknya mulai diajak berenang?

1.   Untuk renang “formal swimming lesson”, rekomendasi AAP sudah jelas: umur 4 tahun. Sebelum umur ini, AAP menilai anak belum siap (secara developmentally) untuk memahami dan mengikuti instruksi pelatih.

 

“Children are generally not developmentally ready for formal swimming lessons until after their fourth birthday”

 

2.   Untuk renang “Parent-and-child Swimming Class” masih belum ada rekomendasi yang jelas. Beberapa referensi mengatakan bahwa, sejak bayi bisa mengontrol kepala dan lehernya dengan baik, sebenarnya bayi sudah boleh diajak berenang. Namun mengingat daya tahan tubuh dan kontrol suhu tubuhnya yang masih belum baik, maka beberapa ahli merekomendasikan bayi sebaiknya mulai dikenalkan dengan kegiatan berenang sejak usia 6 bulan.

 

Hypothermia, water intoxication, spread of communicable disease and drowning adalah beberapa resiko medis yang harus diwaspadai terkait dengan kegiatan renang pada bayi/anak.

 

Ada beberapa RESIKO MEDIS yang harus diperhatikan sehubungan dengan kegiatan renang untuk bayi dan anak ini:

1.    Hypothermia

Hypothermia alias kedinginan bisa dicegah jika suhu air di kolam renang minimal 32°C untuk bayi ≤ 4 bulan suhu minimal 30°C untuk bayi > 4 bulan.

2.  Water Intoxication: Keracunan air akibat terlalu banyak minum air kolam renang

3.   Spread of Communicable Disease:

Beberapa penyakit menular seperti penyakit kulit, conjunctivitis (mata merah akibat radang pada selaput bola mata), dan diare; bisa ditularkan melalui media air dalam kolam renang

4.   Beberapa peneliti berteori bahwa “Chlorine” (salah satu desinfektan  yang lazim digunakan untuk campuran air kolam renang) akan bereaksi dengan keringat dan  urine membentuk byproduct yang akan bercampur dengan air dan udara di kolam renang. Byproduct ini yang berbahaya untuk paru-paru bayi.

5.   Drowning (tenggelam)

Angka kejadian tenggelam di Amerika paling sering terjadi pada usia 1-2 tahun. Inilah salah satu yang mendasari keluarnya rekomendasi AAP tentang usia minimal anak boleh berenang secara formal (formal swimming lesson)

 

Berenang merupakan aktifitas yang menguras energi. Jadi jangan lupa mengajak si kecil makan seusai renang

 

Berikut ini adalah tips terkait infant swimming:

1.   Persiapkan dengan cermat peralatan renang mulai dari baju khusus renang, handuk, sabun mandi, shampoo, peralatan keamanan dll

2.   Pastikan ada “petugas penyelamat” khusus  di tempat renang

3.Jika renang dilakukan secara “indoor”, perhatikan ventilasi dan sirkulasi udara didalam gedung renang

4.   Perhatikan suhu air renang, sebaiknya >32 °C untuk bayi ≥ 6 bulan

5.   Untuk latihan pertama kali, jangan biarkan si kecil terlalu lama di air. Maksimal 20-30 menit

6.   Jangan pernah memaksa si kecil untuk bersentuhan dengan air. Jika si kecil enggan, bahkan takut, hargai sikapnya. Cari alternative lain untuk pengganti renang. Pentingkan kegiatan yang sifatnya “bonding”

7.   Selama melakukan kegiatan renang, perhatikan mimic dan tanggapan si kecil.

8.   Biasakan minum air lebih banyak dari biasanya, setelah berenang, karena renang menyebabkan kehilangan cairan melalui evaporasi dan keringat

9.   Berenang merupakan aktifitas yang menguras energi. Jadi jangan lupa mengajak si kecil makan seusai renang. Ingat: Sebaiknya hindari makan di kamar ganti karena kurang hygienis. Biasanya setelah makan si kecil akan tertidur

Share