• Subcribe to Our RSS Feed

Say No to Gurita Bayi

Feb 15, 2013 by     No Comments    Posted under: Baby Care

octopus-baby-halloween-costume

Banyak orang bilang (terutama para nenek atau ibu mertua) penggunaan gurita bayi sangat diperlukan untuk mencegah agar perut si anak kelak tidak membuncit! Atau alasan lain, agar pusar si baby tidak bodong.

Sebenarnya, apa bahaya gurita? Benarkah dengan menggunakan gurita akan membuat perut bayi tidak buncit?

Bayi yang baru lahir, secara normal memang perutnya tampak buncit, artinya diameter lingkar perut lebih lebar jika dibandingkan dengan lingkar dada. Jadi tidak diperlukan upaya apapun untuk mengecilkan perut.

Selain itu, pernapasan bayi baru lahir masih didominasi oleh “napas perut” dimana, proses inspirasi (masuknya udara ke paru-paru) dan ekspirasi (keluarnya udara dari paru-paru) sepenuhnya tergantung pergerakan perut melalui gerakan naik turunnya diafragma.

Jika dalam kondisi seperti itu, perut bayi dililit erat dengan gurita, maka pergerakan perut akan terbatas dan membuat proses “napas perut” akan terganggu.

Gurita bayi juga bisa menyebabkan terjadinya gumoh. Dalam kondisi perut dililit erat, sementara bayi harus minum susu, membuat lambung bayi “tertekan” dan terjadilah gumoh.

Gumoh, walaupun termasuk kejadian normal pada bayi baru lahir, tetap saja membuat para orang tua resah karena bisa menyebabkan aspirasi alias masuknya zat cair ke saluran napas. Aspirasi inilah yang sering kali fatal.

Jadi, tinggalkan gurita. Cukup pakaikan saja kaos singlet dan sejenisnya untuk buah hati tercinta anda… Ups! Tapi tunggu dulu, gurita masih dibutuhkan oleh bayi untuk melindungi tali pusar bayi agar tidak bergesekan dengan pakaian atau gerakan-gerakan tangan bayi yang bisa menyentuh tali pusarnya sendiri.

Jadi, gurita bayi masih diperlukan sampai tali pusar bayi “puput” alias terlepas. Tapi tentu saja, perhatikan agar pemasangan gurita tidak terlalu ketat!

Nah, tunggu apa lagi… Mulai saat ini say no to gurita bayi. ( Dr. H. Taufiqur Rahman, Sp.A )

Share