• Subcribe to Our RSS Feed

Sayonara Mina

Mina, 12 Dzulhijjah 1432

Setelah semalam diputuskan untuk nafar awwal dan pihak maktab sudah bersedia mengirimkan armada bus untuk menjemput kami di Mina sebelum matahari tenggelam, maka sudah bulat tekat kami untuk berangkat lempar jumroh pk 11.00 WAS

Dengan semangat jihad fi sabilillah, kami pun berangkat per rombongan seraya mengumandangkan gema takbir illahi…

Menjelang masuk terowongan, kami dibuat kaget setengah mati… Karena jamaah yang berjalan menuju jamarot begitu membludak, 10 kali lebih banyak daripada kemarin. Langkah kami pun terasa lebih lambat dari langkah siput. Namun demikian, gema takbir tak pernah berhenti terucap dari bibir kami. Dalam situasi seperti ini, kami benar benar harus selalu bersama, tdk boleh lepas dari barisan. Untung, kami sudah membawa bendera di tiap rombongan sebagai tanda kebersamaan.

Menjelang sampai di tempat jamarot, adzan dhuhur pun terdengar berkumandang syahdu.

Perasaan lega bercampur bahagia terasa membakar semangat kami, begitu jumroh Ula tampak di depan mata… Setelah mendapatkan tempat yang leluasa, kami pun melempar ke-7 kerikil. Satu demi satu sambil berseru: “Bismillahi Allahuakbar”

Doa pun kami panjatkan: “Allahummaj’alhu hajjan mabruroh wa danban maghfuuro” seraya melangkahkan kaki menuju jumroh Wusto dan jumroh Aqobah.

Alhamdulillah wa syukurillah… Lempar Jumroh hari ini telah berhasil kami lakukan dengan penuh perjuangan…
Kamipun segera pulang menuju kemah di Mina. Dan, sesaat lagi, sebelum matahari terbenam, kota Mina pun akan kami tinggalkan menuju kota suci Mekkah Almukarramah… Terbayang oleh kami keindahan masjidil haram… Ah, sebentar lagi kerinduan kami akan masjidil haram akan segera terobati…
Selamat tinggal Mina… Kota penuh kenangan… Tempat kami jalani berbagai ragam ujian… Tempat kami pahami makna sabar yang sesungguhnya… Goodbye Mina, sayonara…

Share