• Subcribe to Our RSS Feed

SENDIRI

sendiri1

SENDIRI

Sendiri ku sendiri…

Bersahabat dengan sunyi

Semilir angin buatku beku

Terbujur kaku…

Ulu hati berasa nyeri,

Bagai tertusuk duri

Lapar ini tak tertahankan…

Hanya bisa menanti uluran

Laksana kepompong menanti jadi kupu

Sendiri ku meradang

Bersahabat dg kunang kunang

Buat malamku terang…

Tapi, dahaga ini menambah tegang

Tiba Tiba petir menyambar..,

Membawa ruh ke sisi kebenaran

Terkesiap ku dibuatnya

Ternyata aku tidak benar benar sendiri

Ada Dia…

Yang selalu menetapkan nafasku berhembus

Yang selalu menitahkan jantungku berdetak

Yang menghibahkan sukma di sela raga

Ya Tuhan…

Berikan ampunMu untukku

Yang melalaikanMu…

Bolamata tergenang embun,

Kemudian menetes satu demi satu

Membasahi rumput tempatku berpijak

Merambati telapak kaki lunglai ku

Menembus belulang, merasuki setiap aliran darah….

Rangka raga pun bergetar

Melenyapkan rasa lapar

Meluruhkan dahaga

Mengusir dinginnya malam

Sang Kepompong sesaat bermetamorfosis

Menjadi kupu yg indah

Mengucap selamat malam disela senyum bijaknya…

Sementara kunang kunang terbang

Menembus cakrawala malam

Tanpa kehilangan gemerlapnya

Alangkah indahnya dunia…

Manakala kita tak pernah merasa sendiri

Alangkah damai dunia

Tatkala nikmatNya membuat kita bersujud

Share