• Subcribe to Our RSS Feed

STIMULASI PADA ANAK UMUR 18 – 24 BULAN

Kemampuan gerak kasar

1. Stimulasi yang perlu dilanjutkan

Dorong agar anak mau berlari, berjalan, dengan berjinjit, bermain di air, menendang, melempar, dan menangkap bola besar serta berjalan naik turun tangga

2. Melompat

Tunjukkan anak cara melompat dengan mengangkat kedua kakinya secara bersamaan, bukan dengan langkah lompat (satu kaki diangkat). Bila anak memerlukan bantuan, pegangi tangannya ketika melompat untuk pertama kalinya. Usahakan agar ia melompat di atas keset atau handuk, dan lain-lain.

3. Melatih keseimbangan tubuh

Ajari anak cara berdiri dengan satu kaki secara bergantian. Ia mungkin perlu berpegangan kepada anda atau kursi ketika ia melakukan untuk pertama kalinya.

Usahakan agar anak menjadi terbiasa dan dapat berdiri dengan seimbang dalam waktu yang lebih lama setiap kali ia mengulangi permainan ini.

4. Mendorong mainan dengan kaki

Biarkan anak mencoba mainan yang perlu didorong dengan kakinya agar mainan itu dapat bergerak maju.

Kemampuan Gerak halus

1. Stimulasi yang perlu dilanjutkan

  • Dorong agar anak mau main balok-balok, memasukkan benda yang satu ke dalam benda lainnya.
  • Menggambar dengan crayon, spidol, pensil berwarna.
  • Menggambar pakai tangan

2. Mengenal berbagai ukuran dan bentuk

Buat lubang-lubang dengan ukuran dan bentuk yang berbeda pada sebuah tutup kotak/kardus. Beri anak mainan/benda-benda yang bisa dimasukkan lewat lubang-lubang itu.

3. Bermain Puzzel

Beri anak permainan puzzle sederhana, yang hanya terdiri dari 2-3 potong saja. puzzle semacam itu dapat dibeli atau dibuat sendiri dari potongan karton yang diberi gambar, kemudian dipotong-potong menjadi 2 atau 3 bagian

4. Menggambar wajah atau bentuk

Tunjukkan kepada anak cara menggambar bentuk-bentuk seperti: garis, bulatan, dan lain-lainnya. Pakai spidol, crayon, dan lain-lain. Ajarkan juga cara menggambar wajah.

5. Membuat berbagai bentuk dari adonan kue/lilin mainan

Beri anak adonan kue (apabila anda membuat kue) atau lilin yang bisa dibentuk. Ajari bagaimana cara membuat berbagai bentuk

Kemampuan bicara dan bahasa

1. Stimulasi yang perlu dilanjutkan

  • Bernyanyi, bercerita dan membaca sajak-sajak untuk anak. Ajak agar ia mau ikut serta
  • Bicara banyak-banyak kepada anak, gunakan kalimat-kalimat pendek, jelas dan mudah ditiru anak.
  • Setiap hari, anak dibacakan buku
  • Dorong agar anak anda mau menceritakan hal-hal yang dikerjakan dan dilihatnya.

2. Melihat acara televisi

Biarkan anak melihat acara anak-anak di televisi. Damping anak dan bicarakan apa yang dilihatnnya. Pilih acara yang bermutu dan sesuai dengan perkembangan anak dan batasi agar anak melihat televisi tidak lebih dari 1 jam sehari.

3. Mengerjakan perintah sederhana

Mulai memberi perintah kepada anak “ Tolong bawakan kaus kaki merah”, atau “Letakkan cangkirmu di meja”. Kalau perlu tunjukkan kepada anak cara mengerjakan perintah tadi, gunakan kata-kata yang sederhana.

4. Bercerita tentang apa yang dilihat

5. Perlihatkan sering-sering buku dan majalah bergambar kepada anak. Usahakan agar anak mau menceritakan apa yang dilihatnnya.

Kemampuan bersosialisasi dan kemandirian

1. Stimulasi yang perlu dilanjutkan

  • Ajak anak mengunjungi tempat bermain, kebun binatang, lapangan terbang, museum, dan lain-lain.
  • Bujuk dan tenangkan anak ketika rewel
  • Usahakan agar anak mau melepas pakaiannya sendiri (tanpa harus dibantu), membereskan mainannya dan membantu kegiatan rumah tangga yang ringan.
  • Ajari ia makan sendiri dengan memakai sendok dan garpu, dan ajak ia makan bersama keluarga

2. Mengancingkan kancing baju

Beri anak pakaian atau mainan yang mempunyai buah kancing/kancing tarik. Ajari anak cara mengancingkan kancing tersebut.

3. Permainan yang memerlukan interaksi dengan teman bermain

Usahakan agar anak bermain dengan teman sebaya misalnya bermain petak umpet. Dengan bermain seperti ini, anak akan belajar bagaimana mengikuti aturan permainan dan giliran bermain dengan teman-temannya.

4. Membuat rumah-rumahan

Ajak anak membuat rumah-rumahan dari kotak besar/kardus. Potong kardus itu untuk membuat jendela dan pintu rumah

5. Berpakaian

Biarkan anak memakai pakaiannya sendiri sejauh yang dapat dilakukannnya. Setelah belajar lebih banyak mengenai hal ini, berangsur-angsur ia akan mau melakukan sendiri tanpa bantuan anda

6. Memisahkan diri dengan anak

Minta tetangga/kerabat mengawasi anak ketika anda pergi meninggalkannya anak. Mula-mula pergi sebentar saja. Dengan cara ini, anak akan mengerti bahwa anda akan selalu kembali kepadanya.

Share