• Subcribe to Our RSS Feed

Stop Berbohong pada Anak

Feb 7, 2013 by     No Comments    Posted under: Parenting

Sebagai orang tua, pernahkah anda “berbohong kecil” pada anak-anak anda?

Sadarkah kita, bahwa kebohongan demi kebohongan (walaupun kacil) akan memberikan dampak buruk bagi anak kita?

… Si Edo, bocah lucu berumur 4 tahun ini tak kunjung tidur walaupun jam sudah menunjukkan pukul 10 malam. Dia masih sibuk dengan mainan barunya. Berkali kali bunda Edo merayunya supaya bobok, tapi tetap saja Edo lebih memilih bermain dari pada pergi tidur. “Edo, ayo bobok yuk… Kalo nda bobok, nanti mama panggilin satpam lo…”

Paginya, saat bunda Edo hendak ke kantor, lagi lagi si Edo merengek ingin ikut… “Edo sayang… Mama perginya cuman sebentar kok… Sebentaaaaar saja, mama cuman pergi ke depan saja kok. Edo main sama eyang uti ya…”, bujuk bunda Edo seraya mengalihkan perhatian Edo.

Contoh diatas menunjukkan betapa mudah dan seringnya kita membohongi buah hati kita. Dengan dalih “berbohong demi kebaikan” sering menjadi pembenar kita melakukan hal tersebut. Terkadang kita tidak sadar, betapa besar peran orang tua thd perkembangan anak anak. Hal sekecil apapun, akan jadi perhatian bagi si anak.

Akibat seringnya kita “berbohong kecil”, anak akan tidak percaya lagi dengan kita sebagai orang tua. Anak tidak bisa membedakan mana pernyataan kita benar atau salah.

Dampaknya, anak akan menganggap semua yang diucapkan orang tua adalah bohong. Dan sejak saat itu dia menetapkan bahwa semua pernyataan orang tuanya itu selalu bohong. Anak mulai tidak menuruti perkataan kita.

Apa yang seharusnya kita lakukan?
Berkatalah dengan jujur kepada anak. Jangan menganggap bahwa anak belum mengerti mana yang benar, mana salah… Ungkapkan dengan penuh kasih sayang, apa yang sebenarnya terjadi.

“Sayang, mama/papa hendak pergi ke kantor. Kamu tidak bisa ikut… Besok, kalo mama/papa pergi ke alun-alun, kamu baru boleh ikut…”

Atau:
“Edo, sekarang sudah jam 10 malam, saatnya Edo bobok. Mainnya sudahan dulu ya, besok pagi diteruskan lagi…”

Tak mudah memang untuk selalu jujur pada anak.

Butuh waktu lebih lama untuk menenangkan si kecil dengan bermodalkan kejujuran, karena biasanya mereka menangis.
Anak menangis karena ia belum memahami keadaan mengapa orang tua nya harus meninggalkan rumah tiap pagi. Sabar dan tak pernah lelah memberikan pengertian, adalah jalan terbaik. Lambat laun anak akan memahami keadaan mengapa orang tuanya harus pergi tiap pagi dan tidak bisa mengajaknya ikut serta. Sebaliknya, jika pergi ke tempat selain kantor, anak pasti diajak oleh ortu nya.

Pastikan kita selalu jujur dalam mengatakan sesuatu, insyaAllah anak akan memahami yang kita katakan dan menuruti yang kita tuturkan.

Selamat beraktivitas… Berlakulah jujur kapanpun, dimanapun, terhadap apapun.

Be good parents for optimal development of the next generation…

( Dr. H. Taufiqur Rahman, SpA )

Share