• Subcribe to Our RSS Feed

The 10th day in Mecca

Tak terasa sudah 10 hari rombongan jamaah KBIH Labbaik tinggal di kota suci Mekkah. Hari ini, Senin 31 Oktober 2011 tepat H-5 wuquf di Arofah.

Telah banyak perubahan yang terjadi. Masjidil haram terasa semakin sesak oleh tamu-tamu Allah dari seluruh dunia. Harus datang 2-3 jam sebelum adzan supaya bisa mendapatkan lokasi sholat yang nyaman dan strategis. Para jamaah pun rata-rata sudah hafal dengan kondisi masjidil haram dan perjalanan menuju atau dari pemondokan. Sehingga kejadian tersesat sudah tidak didapatkan lagi.

Sementara itu, sebagian jamaah banyak yang mulai “bertumbangan”, ditandai dengan meningkatnya angka kunjungan ke dokter kloter maupun dokter KBIH Labbaik. Lebih detail, dr. Taufiqur Rahman, selaku tenaga medis KBIH Labbaik Lamongan, menjelaskan bahwa rata rata keluhan jamaah adalah batuk, pilek, demam, sakit tenggorokan dan pegal-linu. Angka kejadian Hipertansi juga meningkat. Hal ini disebabkan selain karena ketidakteraturan jamaah dalam meminum obat antihipertansi, juga karena seringnya konsumsi asin, diantaranya ikan asin.

Dokter yang juga sedang terserang flu ini, menyarankan agar jamaah selalu menjaga kondisi tubuh: Makan teratur, minum air putih cukup, konsumsi supplemen secara teratur, rajin memakai masker dan cukup istirahat.

Menjelang hari tarwiyah, siang kemarin telah dilakukan bimbingan manasik haji oleh Ustadz Abdul Hamid Muhannan, Lc yang menekankan detail rencana pelaksanaan tanazzul, wukuf, lempar jumroh, thawaf ifadah dan tahallul.

Ustadz yang pernah menuntut ilmu di kota suci Mekkah selama 6 tahun ini menghimbau agar semua jamaah mempersiapkan diri dengan matang, baik fisik maupun mental, karena inti dari pelaksanaan ibadah haji adalah WUQUF di arofah dengan waktu yang sudah ditentukan.

Allahummaj’alhu hajjan mabruron wa danbaa maghfuuro… (Ya Allah, ya Tuhanku, jadikanlah hajiku ini haji yang mabrur, dan dosa yang terampuni) Amiiiin

Share