• Subcribe to Our RSS Feed

TIPS ASI LANCAR

Mar 2, 2015 by     No Comments    Posted under: Breastfeeding

TIPS ASI LANCAR

foto(5)

1. Busui harus selalu “positive thinking” atau merasa yakin dan percaya diri bahwa akan sanggup memberi ASI ekslusif. Bila ibu selalu berpikiran bahwa “ASI saya kurang”?” maka pada saat bersamaan ratusan sensor pada otak akan memerintahkan hormon oksitosin (produksi ASI) utk bekerja lambat. Dan akhirnya produksi ASI menurun.

2. Busui harus senantiasa dalam kondisi “positive feeling” yaitu merasa nyaman, happy, tidak was was, tidak galau apalagi panik. Kondisi psikologis ibu ini sangat menentukan keberhasilan ASI eksklusif.

3. Tingkatkan frekuensi dan intensitas menyusui. Upayakan menyusui hingga tuntas, hingga keduapayudara kosong. Makin sering dikosongkan makin lancar produksi ASI. Jika anak belum mau menyusu karena masih kenyang, perah/pompalah ASI. Ingat: produksi ASI prinsipnya based on demand. Makin sering diminta (disusui/diperas/dipompa) maka makin banyak yg ASI yg diproduksi.

4. Pastikan bahwa teknik menyusui sudah benar.

Teknik Menyusui

 

5. Jangan pernah berpikiran untuk memberikan susu formula apalagi menyediakan susu formula di lemari dengan alasan apapun (tersering, alasannya “buat jaga jaga”). Saat bayi dikenalkan dengan susu formula, apalagi diberikan dengan botol susu, maka bayi akan kenyang dan segera tidur. Akibatnya jatah menghisap puting ibu pun berkurang dan payudara ibu kurang terstimulasi sehingga produksi ASI akan berkurang. Selain itu, pemberian susu formula dengan botol susu akan beresiko terjadi bingung puting yang penanganannya akan menbuat busui dan keluarga semakin bingung!

6. Inisiasi Menyusu Dini (IMD) sangat penting. Proses menyusui dapat segera dilakukan begitu bayi lahir. Bayi yang lahir cukup bulan akan memiliki naluri utk menyusu pada ibunya di 20 – 30 menit setelah ia lahir. IMD dilakukan pada semua bayi dengan cara kelahiran apapun (spontan, vakum maupun sectio), dengan catatan bayi lahir BUGAR

7. Hindari penggunaan DOT (botol susu) ataupun empeng. Dari berbagai penelitian menyimpulakan selain menyebabkan bingung puting, penggunaan dot/empeng terbukti akan memperpendek durasi bayi minum ASI eksklusif. Jika karena suatu sebab ibu terpaksa harus memberikan ASI perah (ataupun memilih susu formula) berikan dengan menggunakan sendok, baby cup feeder atau soft cup, bukan dot !

8. Konsultasi Masalah pemberian ASI. Konsultasikan masalah anda pada dokter anak yang merawat bayi atau klinik laktasi. Bila dokter anak masih dianggap kurang lengkap dan kurang jelas maka jangan ragu untuk menghubungi atau konsultasi dengan klinik laktasi. Disana ibu dan ayah mendapatkan masukan secara teknis agar ASI tetap optimal

9. Busui harus makan makanan dengan “Gizi Seimbang” dan Minum dalam porsi yang cukup. Ibarat sebuah pabrik, makanan dan minuman busui adalah bahan bakunya. Bila dokter menganjurkan menghindari makanan tertentu karena anak yang disusui alergi maka harus diganti dengan makanan lainnya yang tidak kalah bergizi jangan asal menghindari makanan.

10. Perawatan Payudara. Lakukan perawatan payudara dengan pemijatan payudara dan kompres air hangat.

11. Pemberian vitamin ataupun obat perangsang ASI (lagtagogue) bisa saja digunakan, tetapi bukan faktor paling penting atau faktor utama yang berpengaruh

12. Pemilihan sarana kesehatan tempat bersalin, jadi SANGAT penting! Pilih RS/RB yang “sayang bayi” dengan ciri ciri: Melaksanakan program IMD, melakukan “rawat gabung”, tidak memberikan minuman apapun selain ASI, Tidak memberikan bayi botol susu/dot/empeng, dan menyediakan layanan “klinik menyusui”

Baca juga artikel menarik seputar breastfeeding:

1. Pijat Oksitosin

2. Cara Menyusui yang Benar

3. Flat Nipple

4. Tips ASI lancar

5. Nursing Strike

6. Obat yang Aman buat Busui

7. There is something about breastfeeding

8. Lactogenesis: Mekanisme terbentuknya ASI

9. ASI Perah

10. AYAH ASI

Share