• Subcribe to Our RSS Feed

Tips Mengatasi Demam pada Anak

Feb 27, 2013 by     No Comments    Posted under: Baby Care, Child Health

Demam, walaupun bukan suatu penyakit (merupakan suatu gejala dari penyakit), tapi tetap saja membuat kita, para ortu cemas, panik, dan tak jarang menjadi alasan utama membawa anak ke pelayanan kesehatan terdekat.

Adakalanya demam menjadi salah satu “warning sign” dan harus segera diatasi serta dicari penyebabnya. Jadi Dad&Mom harus tetap waspada menghadapi anak dengan demam.

Beberapa kondisi yang bisa terjadi jika demam tidak diatasi dengan baik adalah “kejang demam” (pada anak usia diatas 6 bulan, dibawah 5 tahun) dan “hiperpireksia” jika suhu tubuh anak mencapai 41,1’C atau lebih

Berikut beberapa tips menghadapi demam pada bayi dan anak:

1. Siapkan thermometer untuk mengukur suhu tubuh bayi/anak. Sebenarnya, yang dimaksud “suhu tubuh” adalah suhu viscera atau organ dalam. Idealnya, suhu tubuh diukur dari “rectal” atau (maaf) dubur. Ukur dengan thermometer rectal (air raksa) atau thermometer digital. Alternatif lain, bisa diukur di rongga mulut (oral)

2. Jangan panik, jangan galau… Amati kondisi anak secara umum, aktifitas anak sehari-hari dan juga nafsu makannya. Jika anak masih tampak ceria, aktif dan nafsu makan/minumnya cukup, maka… Tanggalkan panik, tinggalkan galau…

3. Berikan cairan (minum) lebih banyak dari biasanya. Pada kondisi demam, tentu kebutuhan cairan akan meningkat oleh karena itu berikan cukup cairan mulai dari air putih, susu, sup, juice buah dll. Jika bayi anda dibawah 2 th, susui sesering mungkin.

4. Biarkan anak makan makanan kesukaannya, tapi hindarkan makanan berlemak

5. Lakukan skin-to-skin contact, artinya Dad&Mom harus memeluk bayi/anak dengan cara bersentuhan langsung antara kulit bayi dengan kulit ibu/ayah. Gendong bayi dalam keadaan tidak memakai baju, cukup popok saja. Dekap ke dada Dad&Mom yang juga tidak menggunakan pakaian atas, sehingga kulit bayi langsung menyentuh kulit orang tua.

6. Kompres dengan air hangat (suhu air: 29,4 – 32,2’C).
Caranya: Letakkan waslap yang sudah direndam dengan air hangat di bagian-bagian tubuh yang didalamnya dilewati pembuluh darah besar, yaitu di perut, leher, ketiak, selakangan. Atau cara lain dengan mengusap seluruh tubuh (badan, lengan, tungkai) dengan lap atau busa yang sudah dibasahi air hangat

6. Jangan mengompres anak dengan alkohol. Alkohol akan diserap lewat pori-pori kulit dan dihirup lewat pernapasan, sehingga bahaya terjadi intoksikasi hingga koma. Beberapa kasus juga dilaporkan terjadinya kerusakan kornea mata akibat kompres alkohol.

7. Jangan mengompres anak dengan air dingin, apalagi es!
Jika anak dikompres dengan air dingin, maka otak akan menyangka bahwa tubuh kita dalam kondisi dingin, sehingga otak akan memerintahkan tubuh untuk menaikkan suhu dengan cara menggigil. Alhasil suhu tubuh tidak akan turun, bahkan sebaliknya.

8. Gunakan pakaian yang longgar, tipis dan mudah menyerap keringat. Jangan gunakan baju tebal, selimut ataupun jaket. Anak boleh ditempatkan di ruang ber-AC atau kipas angin. Suhu kamar idealnya 23’C

9. Jika suhu tubuh diatas 38’C minumkan obat penurun panas (paracetamol, ibuprofen atau aspirin) dengan dosis sesuai berat badan anak, bukan berdasarkan umur anak seperti yang tertera di brosur obat bebas. Paracetamol dan ibuprofen bisa diberikan dalam bentuk syrup ataupun “supp/suppositoria” (obat dimasukkan lewat anus atau dubur)

10. Jika anak anda punya riwayat “kejang demam” berikan segera obat penurun panas dengan dosis yang tepat begitu anak anda demam (jangan tunggu suhu tubuh mencapai 38’C)

11. Jika suhu tubuh diatas 41,1’C (hiperpireksia), lakukan segera “whole body cooling” yaitu dengan meletakkan anak di ruangan yang dingin dan lakukan kompres dingin pada seluruh tubuh.

12. Segera konsultasikan anak anda ke dokter jika:
• Demam pada anak mencapai suhu di atas 38°C selama 3 hari berturut-turut meskipun telah dilakukan hometreatment maupun pemberian obat.
• Anak rewel, gelisah atau menangis terus menerus dan tidak dapat ditenangkan.
• Anak tidur terus menerus, lemas dan sulit untuk dibangunkan (letargi).
• Anak menunjukkan tanda-tanda mengalami dehidrasi : ubun-ubun dan mata tampak cekung, kulit anak jika dicubit mengeriput dan butuh waktu cukup lama untuk kembali ke posisi awal.
• Kejang
• Kaku kuduk atau leher sulit ditekuk
• Sesak nafas.
• Muntah, diare
• Sakit kepala hebat
• Penurunan kesadaran.

Baca juga artikel “14 facts about fever” di: http://taura-taura.com/14-facts-about-fever/

Share