• Subcribe to Our RSS Feed

TIPS PENGOBATAN EPILEPSI

Jan 21, 2017 by     No Comments    Posted under: Child Health

Tips pengobatan epilepsi

  1. Pastikan anak anda minum obat secara teratur. Penghentian obat tiba-tiba akan  mengakibatkan timbulnya kejang atau status epileptikus.
  2. Jika satu dosis terlewat/lupa, segera minum obat tersebut begitu teringat kembali.Tanyakan pada dokter anda apa yang harus dilakukan jika anak lupa minum satu dosis obat.
  3. Diskusikan obat-obat atau vitamin lain yang diberikan dengan dokter anda apakah bisa mempengaruhi kerja OAE. Obat seperti dekongestan, asetosal dan obat herbal bisa berinteraksi dengan OAE.
  4. Jangan ganti OAE dari merk paten ke obat generik tanpa berkonsultasi dengan dokter, karena perbedaan pemrosesan obat dapat mempengaruhi metabolisme OAE dalam tubuh.
  5. Anak penderita epilepsi sebaiknya memakai tanda pengenal
  6. Jika OAE diminum ketika anak berada di sekolah, beritahukan guru maupun pengawas mengenai hal tersebut.
  7. Hindari habisnya persediaan OAE dengan menyediakan obat cadangan untuk 2 minggu.
  8. Simpan OAE di tempat yang sulit dijangkau anak kecil.
  9. Untuk anak yang sudah besar, jam dengan alarm pengingat waktu minum obat dilengkapi dengan kotak obat akan sangat bermanfaat.
  10. Bagi OAE dalam beberapa dosis untuk pemakaian seharí, hal ini memudahkan    ketika anak menginap di luar rumah.
  11. Sangat penting untuk mengetahui dan mengenali pencetus kejang pada anak anda sehingga serangan kejang bisa dihindari. Pencetus yang  sering dialami :Lupa minum obat, kurang tidur, terlambat atau lupa makan, stres fisik dan emosi, anak dalam keadaan sakit atau demam, kadar obat antiepilepsi yang rendah dalam darah, cahaya yang berkedip-kedip yang dihasilkan komputer, TV, video game dll (pada pasien epilepsi fotosensitif)

 

PETUNJUK  UNTUK  ORANGTUA

PERTOLONGAN  PERTAMA JIKA TERJADI SERANGAN

 

Apa yang harus dilakukan jika seseorang mengalami serangan tanpa kejang.

(terlihat bengong, bingung, tidak berespon, gerakan tidak bertujuan)

  1. Dampingi penderita tersebut. Biarkan serangan berhenti sendiri, Coba terangkan kejadian yang terjadi pada orang sekitarnya
  2. Jauhkan benda-benda berbahaya
  3. Jangan  menahan  gerakan penderita tersebut
  4. Secara perlahan jauhkan penderita dari bahaya
  5. Setelah serangan, ajak penderita bicara dan tetaplah bersamanya sampai kesadaran benar-benar pulih

 

Apa yang harus dilakukan jika seseorang mengalami serangan kejang.

( kejang kaku, kelojotan, terjatuh)

  1. Tetap tenang, biarkan serangan berhenti sendiri
  2. Catat lama kejang
  3. Hindari penderita dari trauma (baringkan penderita di lantai, jauhkan benda-benda berbahaya, tempatkan sesuatu yang lembut di bawah kepala)
  4. Longgarkan segala sesuatu yang mellingkari leher (kerah baju, dasi) serta periksa identitas pasien
  5. Jangan menahan gerakan-gerakan pasien
  6. Jangan letakkan apapun di mulut penderita
  7. Perlahan miringkan pasien pada saat serangan kejang berhenti untuk mengalirkan ludah dan cairan mulut keluar dan jaga jalan nafas tetap bersih.
  8. Setelah serangan, ajak bicara penderita, jangan tinggalkan sebelum kesadarannya pulih. Penderita mungkin memerlukan tidur atau istirahat.

 

Panggil ambulans/tenaga kesehatan, jika :

  1. Kejang berlangsung lebih lama dari 5 menit
  2. Jika kesadaran dan pernapasan tidak membaik setelah serangan berakhir
  3. Jika kejang berulang tanpa pulihnya kesadaran diantara kejang
  4. Jika perasaan bingung berlangsung lebih dari 1 jam
  5. Jika kejang terjadi di dalam air dan kita curiga air masuk ke saluran pernapasannya. Hal tersebut akan merusak jantung dan paru.
  6. Jika ini merupakan kejang pertama atau penderita mengalami trauma/terluka, hamil dan penderita diabetes. Pasien diabetes akan mengalami kejang jika kadar gula darah terlalu tinggi atau rendah.

 

Penulis: Dr. Setyo Handryastuti, SpA(K)

Ikatan Dokter Anak Indonesia

www.idai.or.id

Artikel Sudah Pernah dimuat pada Buletin IDAI

Share