• Subcribe to Our RSS Feed

Warning Signs of Developmental Delay

Aug 20, 2013 by     No Comments    Posted under: Tumbuh Kembang Anak

devdelay

Tidak seperti “pertumbuhan” yang bersifat obyektif, dan mudah diukur, “perkembangan” seorang bayi sifatnya subyektif, sangat individual dan sulit diukur. Bukan perkara mudah mengatakan bahwa seorang anak mengalami “Developmental delay” atau keterlambatan perkembangan atau perkembangan tidak sesuai umur… Apalagi, keberhasilan intervensi thd keterlambatan perkembangan ini sangat bergantung dengan “awitan”nya. Semakin dini dilakukan intervensi, hasilnya akan semakin mendekati harapan kita.

 

Namun begitu, ada beberapa “warning sign” yang HARUS diketahui oleh para ortu. Jika terjadi salah satu dari gejala warning sign ini, segera berkonsultasi dengan DSA setempat atau kunjungilah klinik tumbuh kembang anak, krn kemungkinan besar, terjadi keterlambatan perkembangan!

 

Apa saja “Warning Signs” itu?

 

Ortu patut waspada jika:

1. Anak tidak dapat mengontrol kepalanya dengan baik, padahal anak sudah berumur  6-7 bulan

 

2. Refleks berjalan masih ada, padahal anak sudah berumur 2 bulan

 

3. Jari tetap mengepal, padahal anak sudah berumur  lebih dari 3 bulan

 

4. Belum dapat menjangkau mainan, padahal anak sudah berumur 7-8 bulan

 

5. Belum dapat membalikkan tubuh, padahal anak sudah berumur 9 bulan

 

6. Belum dapat duduk tegak (5-10menit) padahal anak sudah berumur 11 bulan

 

7. Tidak dapat merangkak padahal anak sudah berumur  13 bulan

 

8. Tidak tersenyum padahal anak sudah berumur 2 bulan

 

9. Belum bisa melafalkan kata-kata bersuku kata ganda padahal anak sudah berumur 10 bulan

 

Lalu, intervensi apa yang harus segera kita lakukan?

 

Umur 3 bulan bayi tidak membalas tersenyum:

 

1. Ajak bayi tersenyum dan bicara sesering mungkin

 

2. Tunjukan wajah yang cerah pada bayi

 

3. Peluk, belai, cium bayi sesering mungkin

 

4. Gerakan lembut, penuh kasih sayang

 

Umur 6 bulan belum bisa tengkurap dengan kepala tegak:

 

1. Tidurkan tengkurap, beri benda warna cerah / berbunyi, sampai bayi  bisa  angkat kepala

 

2. Tidur tengkurap, tekan-tekan otot punggung dari arah leher ke bawah, sampai bayi bisa  angkat kepala

 

3. Bila otot punggung & bahu lemah ; tengkurapkan di atas bantal, taruh mainan / ajak bicara

 

4. Cara gendong harus benar ð anak dapat menegakkan kepala, tangan & kaki bebas bergerak (gendong di depan dada ibu)

 

Umur 9 bulan tidak mengoceh  “dadada..mamama”

 

1. Ajak bicara anak sesering mungkin

 

2. Usahakan selalu menatap muka anak bila berbicara agar anak dapat melihat bibir dan mata si pembicara

 

3. Sebutkan nama benda, gambar

 

4. Dudukkan anak, berikan benda yang berbunyi dari arah samping kiri / kanan bergantian, ulangi.

 

5. Bila tidak ada reaksi –> curiga gangguan pendengaran –>  rujuk ke pusat tumbuh kembang anak

 

Umur 9 bulan belum bisa bermain dengan benda-benda

 

1. Dudukan bayi dipangkuan

Letakkan mainan ditangannya supaya digenggam, tarik pelan-pelan

 

2. Letakkan di depan bayi mainan yang bisa dipegang dan tidak tajam

 

3. Ajarkan untuk meraih dan memgang mainan tersebut

Ajarkan memindahkan mainan dari tangan kanan ke kiri

 

4. Letakkan benda yang lebih kecil : potongan biskuit

Ajarkan untuk mengambil biskuit

Bila berhasil berikan pujian dengan gembira

Latihlah berulang-ulang, dengan kasih sayang

 

 

Share